Gunung Sinabung Erupsi, Polda Sumut Siapkan 100 Personel dan Peralatan

Sejumlah personel Brimob Polda Sumut yang diturunkan ke Kabupaten Karo, pascaerupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026). (Foto: Dokumentasi Polda Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi. Menyikapi kondisi tersebut, Polda Sumut menyiapkan 100 personel Brimob serta sejumlah peralatan pendukung untuk membantu masyarakat yang ada di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan pascaerupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, Polda Sumut langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemantauan dan upaya penanggulangan sementara.
"Sekitar 100 personel Brimob atau Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang dipimpin Danyon A Pelopor Kompol Abdul Holid untuk diturunkan ke lokasi," kata Kombes Ferry Walintukan, Selasa (1/9/2026).
Tak hanya itu, Polda Sumut juga menurunkan sejumlah kendaraan pendukung, antara lain mobil repeater, truk angkut, kendaraan dapur lapangan, water treatment, sepeda motor, tenda pleton, helm, sepatu boot, peralatan kebersihan, alat komunikasi hingga drone.
Ferry menyebut, Polda Sumut bersama jajaran akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi perkembangan situasi.
Perwira menengah Polri itu menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, akibat erupsi Gunung Sinabung pada Senin pagi, sejumlah desa di sekitar Gunung Sinabung terdampak abu vulkanik tipis.
Ferry mengklaim, sejauh ini kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas masyarakat. Adapun wilayah yang terdampak abu tipis meliputi Desa Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Sigarang Garang, Sukanalu, dan Sukandebi.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Satbrimob Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Roops Polda Sumut, Polres Tanah Karo, BPBD, dan Basarnas.
Terkini, Polres Tanah Karo bersama jajaran Forkopimca dan pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api PVMBG di Desa Ndokum Siroga untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Sinabung.
“Kita mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku wisata agar tidak memasuki kawasan zona merah dan segera meninggalkan area yang masuk dalam kawasan berbahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari petugas maupun PVMBG," tututnya.
Ditegaskan Ferry, hingga saat ini, personel gabungan masih melakukan pemantauan serta pengecekan terhadap kemungkinan dampak erupsi Gunung Sinabung. Pihaknya juga memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. (hm25)



















