Monday, August 31, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Sulit Tidur di Tempat Baru? Bisa Jadi Otak Masih Waspada

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 06.30 WIB
sulit_tidur_di_tempat_baru_bisa_jadi_otak_masih_waspada

Ilustrasi. (Foto: Mayapada Hospital)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pernah kesulitan tidur saat beristirahat di tempat baru? Kondisi tersebut ternyata bisa terjadi bukan karena bantal atau kasur, melainkan karena respons otak terhadap lingkungan sekitar.

Tidur seharusnya menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Namun, saat berada di lingkungan baru, otak bisa salah mengenali kondisi sekitar sehingga tetap dalam keadaan terjaga.

Sebuah studi terhadap 35 orang dilakukan dengan pemindaian otak saat mereka tertidur di tempat baru dan lingkungan yang sudah familiar. Hasilnya menunjukkan otak kanan dan kiri tidak sepenuhnya berada dalam kondisi rileks atau tertidur.

Pakar menyebut kondisi tersebut sebagai 'first night effect', yakni ketika kualitas tidur seseorang pada malam pertama di tempat baru lebih buruk dibandingkan malam berikutnya. Kondisi itu dapat berupa durasi tidur yang lebih singkat, lebih sering terbangun, hingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase REM sebagai fase tidur paling lelap.

Kondisi tersebut serupa dengan yang dialami mamalia laut seperti lumba-lumba. Hewan tersebut tidur dengan salah satu sisi otak tetap aktif sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak tenggelam. Dalam kondisi itu, sisi otak kiri lebih aktif dibandingkan sisi kanan atau disebut unihemisferik.

Studi berjudul "The first-night effect of sleep occurs over nonconsecutive nights in unfamiliar and familiar environments" oleh Anna Zoé Wick dkk mengungkap sejumlah faktor lain yang dapat menyebabkan sulit tidur di tempat yang kurang familiar.

Salah satunya adalah ketidaknyamanan fisik yang berkaitan dengan suhu ruangan atau jenis kasur yang digunakan.

Hal yang Sama Bisa Terjadi di Tempat Familiar

Dalam studi yang sama, pakar menjelaskan kondisi tersebut juga dapat terjadi ketika seseorang tidur di tempat yang sudah familiar. Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi antara lain stres atau kecemasan serta perubahan rutinitas sebelum tidur.

Lantas, bagaimana cara mengurangi efek tersebut agar tetap dapat tidur nyenyak tanpa sering terbangun? Berikut beberapa caranya seperti dilansir dari IFL Science, Selasa (31/8/2026):

  1. Kurangi gangguan di sekitar dengan menjauhkan perangkat elektronik dari tempat tidur.
  2. Atur suhu ruangan yang ideal. Meski preferensi setiap orang berbeda, suhu biasanya berada di kisaran 16 hingga 18°C.
  3. Bawa bantal sendiri dan gunakan wewangian yang dapat membuat otak rileks saat tidur di tempat baru.
  4. Rilekskan otot-otot tubuh sambil memejamkan mata, membayangkan suasana tenang, dan mengatur napas secara perlahan.
  5. Disarankan menginap satu malam lebih awal sebelum menghadiri acara penting agar tubuh dan pikiran berada dalam kondisi optimal saat hari tersebut tiba.[]


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN