Monday, August 31, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Dairi, Keluarga Pilih Bawa Pulang ke Samosir

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 15.04 WIB
dugaan_pelecehan_siswi_smp_di_dairi_keluarga_pilih_bawa_pulang_ke_samosir

Ilustrasi. (Foto: Eposdigi)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID — Seorang siswi kelas VIII SMP berusia 15 tahun dibawa keluarganya ke Polres Dairi untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Informasi tersebut diketahui pihak sekolah setelah korban terlihat murung dan lebih banyak menyendiri.

Kepada guru wali kelasnya, korban menceritakan terduga pelaku yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya adalah abang kandung ayahnya atau bapak tuanya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, guru wali kelas bersama pihak sekolah memberitahu kepada keluarga korban yang berdomisili di Kabupaten Samosir.

Kasi Humas Polres Dairi AKP Syahril Ramadhan menyebutkan saat ini kasus masih dalam proses pemeriksaan visum et repertum (VER) terhadap korban.

"Sudah masuk laporannya, nanti dikabari ya. Hari ini ke rumah sakit dulu mengambil hasil VER. Semalam kan libur dokternya karena Minggu. Jadi VER dulu, supaya bisa pasalnya diterapkan, apakah dugaan kasus pemerkosaan atau pelecehan," kata Syahril saat dikonfirmasi melalui telepon dan WhatsApp, Senin (31/8/2026).

Di kesempatan lain, perwakilan RSUD Sidikalang membenarkan ada anak 15 tahun yang didampingi keluarga dan polisi menjalani VER terkait dugaan kasus pemerkosaan. Namun, pemeriksaan kemudian direncanakan ulang pada Senin (31/8/2026).

"Namun dari pukul 09.00 sampai saat ini, pasien tersebut tidak kunjung datang. Sudah dikonfirmasi ke bagian VK dan Poli, pasien tersebut tidak ada datang," kata sumber tersebut.

Sementara itu, ibu kandung Bunga berinisial KJS membantah keterangan yang sebelumnya disampaikan kepada guru, pihak sekolah, dan keluarga. Ia menyebut informasi mengenai dugaan kekerasan seksual tersebut tidak sesuai dengan pengakuan korban saat ini.

"Hoaksnya itu, Amang. Pengakuan anak saya saat ini tidak seperti diceritakan sebelumnya," kata KJS saat dikonfirmasi Mistar.

KJS mengakui bahwa dirinya bersama keluarga, korban, dan dua guru sempat mendatangi Polres Dairi. Namun, menurutnya, laporan tersebut belum dapat dilanjutkan karena harus didukung pemeriksaan VER di RSUD Sidikalang.

Karena dokter tidak ada kemarin, pemeriksaan direncanakan dilakukan hari ini. Tapi, keluarga sepakat membawa Bunga kembali ke Samosir dan tidak melanjutkan proses tersebut.

"Kami sepakat membawa anak kami pulang ke Samosir dan tidak jadi melapor. Anak kami tidak lagi sekolah di Dairi," kata KJS.

Sebelumnya, pihak sekolah menerangkan bahwa Bunga merupakan siswi pindahan dari Samosir pada tahun ajaran 2025/2026. Saat pertama masuk, Bunga disebut terlihat ceria dan tinggal di rumah bapak tuanya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN