Sunday, August 30, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Diet Keto 5 Bulan Bantu Balikkan Kondisi Pradiabetes

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB
diet_keto_5_bulan_bantu_balikkan_kondisi_pradiabetes

Ilustrasi. (foto: AI/Mistar)

news_banner

Washington, MISTAR.ID - Diet ketogenik rendah karbohidrat dinilai lebih efektif dibandingkan diet Mediterania maupun diet rendah lemak dalam memperbaiki sejumlah indikator kesehatan pada penderita pradiabetes.

Dalam penelitian ilmuwan Washington University School of Medicine, sekitar separuh peserta yang menjalani diet keto tidak lagi memenuhi kriteria pradiabetes setelah sekitar empat hingga lima bulan.

Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok diet Mediterania yang kurang dari sepertiganya tidak lagi memenuhi kriteria pradiabetes, serta kelompok diet rendah lemak yang hanya sekitar 7 persen.

“Jika Anda memiliki pradiabetes, mengurangi asupan karbohidrat dapat memberikan dampak penting terhadap metabolisme, melampaui manfaat penurunan berat badan saja,” kata penulis utama penelitian, Dr Samuel Klein.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism itu melibatkan 42 orang dengan obesitas, pradiabetes, dan penyakit hati berlemak.

Peserta secara acak dibagi menjalani tiga pola makan, yakni diet ketogenik, diet bergaya Mediterania, atau diet rendah lemak yang sebagian besar berbasis makanan nabati. Seluruh makanan disediakan oleh tim penelitian dan peserta bertemu ahli diet setiap minggu.

Diet keto dalam penelitian tersebut mengandung sekitar 73 persen kalori dari lemak dan hanya 4 persen dari karbohidrat. Sementara diet rendah lemak mengandung sekitar 70 persen kalori dari karbohidrat seperti lentil, nasi, dan kentang.

Diet Mediterania lebih menekankan konsumsi ikan, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta buah dan sayuran kaya serat.

Setelah sekitar empat hingga lima bulan, seluruh kelompok kehilangan sekitar 10 persen dari berat badan awal. Ketiga pola makan juga menghasilkan perbaikan signifikan dalam pengendalian gula darah.

Namun, kelompok keto menunjukkan hasil paling besar dalam sejumlah indikator kesehatan hati dan metabolisme.

Lemak di hati pada kelompok keto turun sekitar 67 persen, dibandingkan sekitar 45 persen pada kelompok diet Mediterania dan rendah lemak.

Pemantauan darah selama 24 jam juga menunjukkan diet keto menghasilkan peningkatan terbesar hormon glukagon, yang membantu hati membakar lemak. Peneliti menduga perubahan tersebut menjadi salah satu alasan penurunan lemak hati lebih besar pada kelompok keto.

Klein mengatakan salah satu temuan yang mengejutkan adalah kadar lemak darah maupun kolesterol peserta kelompok keto tidak meningkat meskipun mereka mengonsumsi lemak paling banyak.

“Temuan yang paling mengejutkan adalah peserta kelompok diet keto tidak mengalami peningkatan lemak darah atau kadar kolesterol, meskipun mengonsumsi lemak paling banyak,” ujarnya.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penurunan berat badan tetap menjadi faktor utama dalam perbaikan kesehatan karena ketiga kelompok sama-sama kehilangan sekitar 10 persen berat badan.

Profesor Nutrisi University of Surrey, Dr Adam Collins, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan manfaat khusus diet keto terutama terlihat pada metabolisme hati.

“Faktor utama yang mendorong perbaikan kesehatan adalah penurunan berat badan sebesar 10 persen,” katanya.

Pradiabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai batas diabetes tipe 2. Kondisi ini meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes sekaligus berkaitan dengan penyakit jantung, stroke, dan penyakit hati berlemak.

Penyakit hati berlemak sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, sebelum kerusakan serius terjadi, kondisi tersebut dapat diperlambat, dihentikan, bahkan dibalik melalui penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN