261 Nyawa Wisatawan Tertolong, 320 Masih Hilang: Drama Evakuasi di Banjir Bandang Nepal

Rumah-rumah terendam sebagian dalam air berlumpur di sepanjang tepi sungai setelah banjir bandang melanda Trishuli Bazar di Kabupaten Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar melanda Kabupaten Rasuwa di bagian utara Nepal pada 26 Agustus, merusak jalan dan infrastruktur listrik sementara pihak berwenang bergegas menilai skala kerusakan. (Foto: AFP/Prabin Ranabhat)
Kathmandu, MISTAR.ID (30/8/2026) – Air Sungai Bhote Koshi mengamuk. Dalam sekejap, jembatan, rumah, dan jalur pendakian di utara Nepal lenyap terseret lumpur.
Di tengah bencana itu, harapan muncul. 261 wisatawan asing berhasil ditarik ke tempat aman. Kabar itu disampaikan Departemen Pariwisata Nepal pada Sabtu (29/8/2026) pukul 18.00 waktu setempat.
"Sebanyak 261 warga negara/wisatawan asing berhasil diselamatkan," tulis departemen tersebut di X.
Namun di balik angka itu, ada 320 nama lain yang masih menggantung. Hingga kini pihak berwenang belum bisa menghubungi mereka.
Banjir Setelah Gempa
Bencana bermula Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Aliran air sangat deras dari wilayah China menerjang Sungai Bhote Koshi di perbatasan Nepal.
Banjir bandang itu terjadi beberapa saat setelah gempa bumi yang memicu tanah longsor. Air bercampur batu dan lumpur menghantam desa-desa dan jalur wisata.
Para korban sebagian besar adalah peziarah dan pendaki yang sedang menuju kawasan Himalaya.
Ketika banjir datang, jalan terputus, komunikasi mati, dan satu-satunya yang terdengar hanya gemuruh air.
Di antara 261 orang yang selamat, ada warga India, China, Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Italia, Bulgaria, dan Swiss.
Kewarganegaraan 21 orang lainnya masih dalam proses pendataan. Mereka dievakuasi dengan helikopter dan berjalan kaki menembus medan licin.
Ada yang tiba di Kathmandu dengan pakaian basah, ada pula yang hanya membawa paspor di dalam plastik.
Bagi mereka, Nepal bukan hanya tentang puncak gunung. Nepal kini adalah tempat di mana hidup mereka diuji, lalu diselamatkan.
Pencarian Belum Selesai
Sementara tim SAR terus menyisir, data terbaru menyebut lebih dari 2.000 orang masih dinyatakan hilang. Angka itu bukan hanya turis, tetapi juga warga lokal yang rumahnya hanyut.
Operasi penyelamatan masih berlangsung 24 jam. Cuaca dan medan menjadi tantangan terbesar.
Bagi keluarga yang menunggu kabar di berbagai negara, setiap jam adalah penantian panjang. Bagi 261 orang yang selamat, setiap napas adalah anugerah kedua. (Sputnik/Antara/hm02)






















