Saturday, August 29, 2026
home_banner_first
MEDAN

Hadapi Eksekusi Lahan, YPDA Siapkan Lokasi Baru Tiga Kampus

Mistar.idSabtu, 29 Agustus 2026 pukul 19.28 WIB
hadapi_eksekusi_lahan_ypda_siapkan_lokasi_baru_tiga_kampus

Gedung Universitas Darma Agung Medan. (foto: Dokumentasi UDA/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) sudah menyediakan lokasi baru untuk relokasi tiga institusi pendidikannya yakni Universitas Darma Agung (UDA), Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP), dan Akademi Pariwisata dan Perhotelan (APP) Darma Agung.

Hal ini disampaikan Ketua YPDA, Hana Nelsri Kaban, menjawab isu eksekusi kampus yang disebut sudah menjadi kesepakatan seluruh ahli waris DR TD Pardede.

“Sejak Februari 2025 kita sudah mengambil sikap bahwasannya kita bersedia 100 persen untuk merelokasi kampus kita tercinta ini. Tidak ada masalah bagi kita. Ini memang kesepakatan seluruh ahli waris, agar UDA direlokasi karena mayoritas keluarga almarhum DR TD Pardede sudah tidak bersedia lagi lahannya dipakai kampus itu,” katanya, Sabtu (29/8/2026).

Ia menyayangkan keputusan ini, namun ia juga mengatakan agar mahasiswa tidak khawatir karena kampus tidak akan ditutup. Pihaknya sudah sepakat dan menyediakan lokasi baru kampus di Kota Medan.

“Kita belum dapat menyampaikan (lokasinya), cukuplah instansi yang berkepentingan yang mengetahui ke mana kampus akan dipindahkan. Yang jelas tetap di Kota Medan,” tuturnya.

Terkait eksekusi lahan, Hana mengaku tidak melakukan perlawanan dikarenakan pembina yayasan yang termasuk salah satu ahli waris juga sudah menerima keputusan keluarga besar.

Jika terjual, harga lahan tersebut diperkirakan mencapai angka triliun. Hana mendukung segala rencana yang akan dilakukan terhadap lahan tersebut. Namun, ia bermohon agar setiap prosesnya tidak menimbulkan kericuhan bagi para mahasiswa.

“Itu harapan kami, bahwasannya tidak akan ada gangguan untuk eksekusi. Dan kami juga sudah sampaikan itu di pengadilan, kita sudah menyediakan lahan dan bangunan yang pantas, yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” ucap Hana.

Meski demikian, ia mengatakan pihaknya masih menunggu sebab belum ada keputusan penetapan tanggal eksekusi lahan. “Kita tunggu waktunya. Kita juga tidak mau mengekspos lokasi baru, karena kita tidak mau nanti jadi isu penggorengan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN