Waspada Asap Karhutla, Ini Tujuh Gejala yang Harus Segera Diperiksa

Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, dr. Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P. (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan (faskes) jika mengalami masalah kesehatan, akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, dr. Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P, menyebut terdapat tujuh gejala masalah kesehatan yang perlu segera diperiksa akibat paparan asap.
"Masyarakat perlu segera mencari l pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti yang pertama sesak napas yang semakin berat, kedua napas berbunyi mengi," ujarnya, Sabtu (29/8/2026).
Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik itu mengatakan, gejala lainnya dapat berupa baru berat atau menetap maupun gejala nyeri dada yang dirasakan akibat paparan asap.
"Selanjutnya, jika mengalami gejala bibir atau ujung jari membiru, penurunan kesadaran, dan demam yang disertai keluhan pernapasan, sebaiknya segera cari pertolongan medis," katanya.
Ia mengingatkan kepada penderita asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang telah memiliki obat inhalasi rutin, pengobatan harus tetap dilanjutkan sesuai anjuran dokter.
Tak hanya itu, Harbi mengatakan jika pasien asam atau PPOK juga perlu memastikan ketersediaan obat-obatan yang biasa digunakan selama periode paparan asap berlangsung akibat Karhutla ini.
PREVIOUS ARTICLE
Kasus DBD di Simalungun Capai 275 Kasus, Satu Orang Meninggal















