Saturday, August 29, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Misteri Makam Yesus 2.000 Tahun, Temuan Baru Selaras dengan Catatan Alkitab

Mistar.idSabtu, 29 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB
misteri_makam_yesus_2000_tahun_temuan_baru_selaras_dengan_catatan_alkitab

Para arkeolog menemukan lanskap kuno berupa taman, lahan penggembalaan, bekas tambang yang ditinggalkan, serta makam-makam yang dipahat pada batu. (foto: AFP via The Sun)

news_banner

Yerusalem, MISTAR.ID - Misteri lokasi makam Yesus kembali menjadi sorotan setelah penggalian di bawah Gereja Makam Kudus atau Church of the Holy Sepulchre di Yerusalem mengungkap lanskap kuno yang memiliki kemiripan dengan catatan Alkitab mengenai tempat pemakamannya.

Dilansir The Sun, Jumat (28/8/2026), para arkeolog menemukan bekas lahan pertanian, area yang pernah ditanami anggur dan pohon zaitun, tambang batu yang telah ditinggalkan, serta sejumlah makam yang dipahat pada batu.

Temuan itu menarik perhatian karena Alkitab menggambarkan adanya sebuah taman di dekat lokasi penyaliban Yesus, dengan sebuah makam berada di kawasan tersebut.

Arkeolog utama Francesca Romana Stasolla mengatakan timnya menemukan bukti kawasan pemakaman yang berdampingan dengan lahan pertanian dan penggembalaan.

“Kami menemukan bukti lanskap pemakaman, berdampingan dengan area kecil yang ditanami anggur dan pohon zaitun, serta kawasan penggembalaan dengan aktivitas manusia yang sporadis,” ujar Stasolla, seperti dikutip The Sun dari Daily Mail.

Hasil penggalian menunjukkan kawasan yang kini ditempati Gereja Makam Kudus awalnya merupakan tambang batu besar yang berada di luar tembok Yerusalem kuno.

Beberapa bagian bekas tambang mencapai kedalaman hampir enam meter di bawah lantai gereja saat ini.

Setelah aktivitas penambangan berhenti, bagian terdalam kawasan tersebut ditimbun tanah dan dibagi menjadi petak-petak kecil menggunakan dinding batu. Area itu kemudian dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Para arkeolog juga menemukan sejumlah makam yang dipahat pada batu. Bukti arkeologis menunjukkan makam-makam tersebut dibuat setelah aktivitas penambangan berakhir, tetapi sebelum Kaisar Hadrianus membangun kembali sebagian besar Yerusalem pada abad kedua Masehi.

Rentang waktu itu mencakup periode ketika Yesus hidup pada abad pertama Masehi.

Sejumlah makam ditemukan pada ketinggian berbeda di sekitar bekas tambang. Jalur-jalur sempit juga membentang di antara kawasan pemakaman, petak pertanian, dan lahan penggembalaan.

Susunan tersebut memiliki kemiripan dengan gambaran dalam Alkitab mengenai lokasi pemakaman Yesus yang berada di sebuah taman dekat tempat penyalibannya.

Selama berabad-abad, Gereja Makam Kudus diyakini umat Kristen sebagai lokasi penyaliban dan pemakaman Yesus. Situs itu menjadi salah satu tempat paling suci dalam tradisi Kristen dan dikunjungi jutaan peziarah setiap tahun.

Namun, para arkeolog menegaskan hasil penggalian belum membuktikan bahwa salah satu makam yang ditemukan merupakan makam Yesus.

Tidak ditemukan prasasti maupun bukti fisik lain yang mencantumkan nama Yesus.

Selain itu, sisa tanaman yang ditemukan di lokasi belum memperoleh penanggalan absolut melalui pengujian laboratorium. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kawasan tersebut memang sedang dibudidayakan sebagai taman pada masa penyaliban Yesus.

Bukti keberadaan taman kuno di kawasan itu pertama kali diumumkan pada 2025.

Setelah rangkaian penggalian selesai, para peneliti kini dapat merekonstruksi lebih lengkap hubungan antara bekas tambang batu, lahan pertanian, kawasan penggembalaan, dan makam-makam yang pernah berada di lokasi tersebut sebelum gereja dibangun.

Gereja Makam Kudus pertama kali diresmikan pada 335 Masehi setelah bangunan Romawi yang sebelumnya berdiri di lokasi itu dihancurkan.

Gereja tersebut kemudian mengalami kerusakan dan kehancuran akibat berbagai konflik selama berabad-abad, termasuk invasi Kekaisaran Sassaniyah Persia pada abad ketujuh, sebelum beberapa kali dibangun kembali dan dipugar.

Meski belum menjadi bukti bahwa makam Yesus telah ditemukan, hasil penggalian memberikan gambaran bahwa kondisi kawasan pada masa lampau memiliki sejumlah kesamaan dengan catatan Alkitab mengenai lokasi pemakamannya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN