Jabu Bonang Angkat Tenun Songket Batak ke Panggung Nasional di IFW 2026

Karya Jabu Bonang di Indonesia Fashion Week 2026 (foto:dokumen YRKW/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (12/8/2026) – Yayasan Rumah Komunitas Wastra (YRKW) atau yang lebih dikenal sebagai Jabu Bonang menampilkan karya tenun songket Batak dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 melalui agenda BTN Prioritas: The Grand Gala dengan tema ‘Ulos Simetria’.
Mengusung kekayaan budaya Tanah Batak, tema ini mengeksplorasi berbagai interpretasi kontemporer terhadap wastra tradisional melalui perspektif para desainer dan pelaku industri kreatif.
Associate Creative Director & External Communication YRKW, Anung Kamaswara, mengatakan bahwa keikutsertaan pusat pemberdayaan perajin yang berbasis di Pematangsiantar tersebut merupakan komitmen yayasan dalam memperluas jangkauan Tenun Batak di kancah nasional maupun internasional.
“Ini juga menjadi bukti bahwa tradisi mampu berkembang dengan adanya inovasi, kolaborasi, dan apresiasi terhadap karya-karya para perajin Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Ia menyebutkan, di panggung IFW 2026, Jabu Bonang memadukan kekayaan teknik tradisional dengan pendekatan kontemporer. Songket sendiri merupakan teknik tenun yang dikerjakan dengan penambahan benang pakan untuk membentuk motif bertekstur yang kaya akan detail dan dimensi.
Karya-karya yang ditampilkan terinspirasi dari berbagai tradisi tenun di Sumut, di antaranya Ulos (Batak Toba), Uis (Batak Karo), Oles (Batak Pakpak-Dairi), Hiou (Batak Simalungun), dan Abit (Mandailing, Angkola). Selain itu, sejumlah karya turut memadukan teknik tenun songket dengan tenun ikat, menghasilkan komposisi visual yang distingtif dan kaya akan nilai seni.
Anung menyebutkan, di panggung peragaan busana, hasil karya Jabu Bonang dipadukan dengan koleksi pakaian siap pakai dari Tobatenun dan rancangan busana Djuita.
“Perpaduan itu menghadirkan interpretasi baru atas wastra Batak lewat siluet modern, dekonstruksi bentuk, serta sentuhan kemewahan dari tangan-tangan para perajin yang piawai,” tuturnya lagi.
Sebagai rumah pembinaan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan secara menyeluruh, Jabu Bonang saat ini menaungi lebih dari 300 perajin binaan. Para perajin tersebut tersebar di berbagai wilayah di Sumut seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Dairi, Meat, Simalungun, Muara, Pematangsiantar, hingga Pulau Samosir.
Untuk menjaga kualitas dan keaslian warisan budaya, Jabu Bonang konsisten menggunakan Alat Tenun Gedogan, serta mengembangkan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) untuk menghasilkan kain yang adaptif bagi kebutuhan industri fesyen. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Aksara Batak Toba Jadi Bukti Tingginya Peradaban Nenek Moyang






















