Sopir Truk Cekcok dengan Petugas PJR dan Tol di Batu Bara, Hutama Karya Beri Klarifikasi

Pengemudi truk yang tidak terima kendaraannya dihentikan menantang petugas PJR dan Hutama Karya. (foto:dokumen fb warga/Mistar)
Batu Bara, MISTAR.ID (27/9/2026) - Viral di media sosial peristiwa keributan antara sopir atau pengemudi truk dengan Polisi Jalan Raya (PJR) dan petugas tol Hutama Karya dekat SPBU di Jalinsum Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (27/9/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Keributan tersebut bahkan menarik perhatian ratusan warga sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Informasi yang diterima menyebutkan peristiwa keributan tersebut dipicu ulah pengemudi truk yang tidak terima dihentikan paksa oleh petugas PJR dan petugas tol.
Saat diminta menunjukkan surat-surat kendaraannya, pengemudi truk tersebut malah melakukan perlawanan. Pengemudi yang belum diketahui identitasnya tersebut melakukan penyerangan dan menantang petugas untuk berkelahi. Sempat terjadi aksi saling dorong dan baku hantam di tengah jalan.
Petugas terlihat berupaya mengamankan situasi walau sempat tersulut emosi, namun tetap meredam keributan agar tidak semakin meluas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Regional Sumatra Bagian Utara PT Hutama Karya (Persero), Taufiq Hidayat, menyampaikan klarifikasi lewat siaran pers tertulisnya, Minggu (27/9/2026).
Taufiq menjelaskan peristiwa di Jalinsum Desa Binjai Baru berawal dari peristiwa di Gerbang Tol (GT) Lima Puluh, Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Kami menyampaikan bahwa pada Sabtu (26/09) sekitar pukul 19.30 WIB telah terjadi kejadian yang melibatkan kendaraan pengguna jalan Golongan III di area GT Limapuluh," ungkapnya lewat siaran pers tertulis.
Dijelaskan Taufiq, berdasarkan keterangan petugas di lapangan, saat truk tersebut memasuki area GT Lima Puluh untuk melakukan transaksi tapping.
Karena mendapati kondisi bak kendaraan dalam keadaan miring, petugas mengarahkan truk untuk putar balik.
"Ini murni atas pertimbangan keselamatan dan kondisi kendaraan yang dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol. Jadi petugas tidak mengizinkan kendaraan tersebut untuk melakukan transaksi dan selanjutnya mengarahkan pengguna jalan untuk melakukan putar balik," terangnya.
Ternyata saran yang disampaikan petugas menimbulkan ketidakpuasan. Pengemudi truk tersebut diduga dengan sengaja menabrak pembatas jalan (water barrier) dan kabur meninggalkan area Gerbang Tol Lima Puluh.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas Hutama Karya bersama LJT dan PJR berupaya melakukan pengejaran terhadap kendaraan dimaksud untuk meminta keterangan serta pertanggungjawaban atas tindakan tersebut. Pengejaran dilakukan hingga kendaraan berada di luar area jalan tol," lanjutnya.
Setelah truk berhasil dihentikan di Jalinsum Desa Binjai Baru, terjadilah peristiwa yang menyita perhatian ratusan masyarakat.
"Karena situasi dan kondisi di lapangan tidak kondusif sehingga proses penanganan lebih lanjut tidak dapat dilakukan secara optimal," sesalnya.
Terkait peristiwa yang menyebabkan ketidaknyamanan tersebut, atas nama Hutama Karya, Taufiq menyampaikan permintaan maaf.
Pada akhir siaran persnya, ia menyampaikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, termasuk mengikuti arahan petugas.
"Ini demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum memasuki jalan tol," tutupnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Reses di Barus, Rahmansyah Sibarani Soroti Perbaikan Infrastruktur dan Serahkan Berbagai Bantuan







































