Sunday, September 27, 2026
home_banner_first
SUMUT

Razia Gabungan di Lapas Tanjungbalai, Puluhan Barang Terlarang Diamankan

Mistar.idMinggu, 27 September 2026 pukul 10.35 WIB
razia_gabungan_di_lapas_tanjungbalai_puluhan_barang_terlarang_diamankan

Petugas gabungan sisir sejumlah Lapas KelasIIB Tanjungbalai Asahan. (foto:dokumenhumas lapas/mistar)

news_banner

Tanjungbalai, MISTAR.ID (27/9/2026) - Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan memperketat pengawasan keamanan dengan menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (26/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 22.00 WIB itu melibatkan jajaran Lapas, Polres Tanjungbalai, TNI, Sat Brimob Batalyon B Polda Sumut, serta BNN Kota Tanjungbalai.

Razia menyasar kamar hunian di Blok G, H, I, dan J. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini sekaligus mitigasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kegiatan diawali apel pengarahan yang dipimpin Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanullang, S.H., M.H. Setelah itu, personel gabungan dibagi dalam beberapa tim untuk melakukan penggeledahan di sejumlah kamar hunian.

Puluhan Barang Terlarang Diamankan

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian.

Barang-barang tersebut antara lain 11 set kartu remi, 40 sendok stainless, 7 kaca, 20 sikat gigi, 1 unit mesin ketam, 27 mancis, 50 benda tajam, 92 paku, 23 alat cukur, 2 batang besi, 1 tali pinggang, dan 4 gulung tali.

Seluruh barang temuan kemudian diamankan dan diinventarisasi di ruang Kamtib untuk selanjutnya ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski ditemukan sejumlah barang terlarang non-elektronik, hasil penggeledahan malam itu tidak menemukan handphone maupun narkoba di kamar hunian.

Selain penggeledahan, tim gabungan juga melakukan tes urine terhadap 60 WBP yang dipilih secara acak oleh personel Polri, TNI, Brimob, dan BNN.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim BNN bersama dokter Lapas. Hasilnya, seluruh 60 WBP dinyatakan negatif narkoba.

Hasil tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam konferensi pers setelah kegiatan, Kabag Ops Polres Tanjungbalai, AKP Natal Fernando Saragih, menyampaikan hasil razia kepada awak media.

Ia menegaskan, dari penggeledahan yang dilakukan tidak ditemukan handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian.

Selain itu, petugas juga tidak menemukan adanya blok maupun kamar tertentu yang mendapatkan perlakuan khusus.

“Tidak ditemukan handphone dan narkoba. Tidak ada blok atau kamar hunian istimewa, seluruh bangunannya sesuai dengan kondisi lapas pada umumnya,” ujarnya.

Libatkan Polri, TNI, Brimob, dan BNN

Razia tersebut menjadi bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan.

Dari unsur Polri, Kapolres Tanjungbalai diwakili AKP Natal Fernando Saragih bersama personel Polres Tanjungbalai.

Dari unsur TNI, Dandim 0208/AS diwakili Danramil 18/Datuk Bandar, Lettu Andi Junaidi Damanik, bersama personel.

Sementara Sat Brimob Batalyon B Polda Sumut diwakili Ipda Pendi R. M. Harahap bersama personel Brimob.

Dari BNN Kota Tanjungbalai hadir perwakilan yang dipimpin Katim P2M Hamzah, S.Sos.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan bahwa pengamanan lapas membutuhkan pengawasan bersama untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika.

Kalapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, Refin Tua Simanullang, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara Lapas, Polri, TNI, Brimob, dan BNN sangat diperlukan untuk memperkuat deteksi dini serta mitigasi risiko gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri, TNI, Brimob, BNN, serta seluruh jajaran yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini. Sinergi seperti ini sangat penting dalam mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat pengamanan dan melakukan langkah-langkah preventif.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penguatan pengamanan dan pembinaan. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini. Lapas harus menjadi lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan handphone maupun narkoba. Sementara 60 WBP yang menjalani tes urine seluruhnya dinyatakan negatif.

Di sisi lain, sejumlah barang terlarang non-elektronik ditemukan dan langsung diamankan untuk diinventarisasi serta ditindaklanjuti sesuai aturan.

Razia gabungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan untuk memperkuat pengamanan, meningkatkan deteksi dini, mencegah masuknya barang terlarang, serta menjaga proses pembinaan WBP tetap berjalan dalam suasana aman dan tertib. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN