Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Tapteng, Bupati Turun Tinjau Lokasi

Personil BPBD Tapteng mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. (foto:dokumen Diskominfo Tapteng/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID (27/9/2026) - Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (26/9/2026) sore hingga tengah malam mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengakibatkan banjir menggenangi permukiman warga serta akses jalan raya di tujuh kecamatan.
Mengetahui itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu langsung turun ke lapangan meninjau ke sejumlah wilayah terdampak luapan banjir, salah satunya meninjau sungai di Jembatan Sigotom, Lingkungan II/Sigotom, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka.
Kehadiran Masinton di sejumlah wilayah terdampak banjir itu juga untuk memastikan penanganan dan keselamatan warga dapat tertangani serta proses evakuasi dilakukan dengan baik.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, sebanyak tujuh wilayah kecamatan di Tapteng dilaporkan terendam banjir.
"Sesuai instruksi Bupati Tapteng agar BPBD melakukan evakuasi warga, Tim Reaksi Cepat (SRC) BPBD bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan dibantu TNI, Polri, dan Pos SAR Sibolga langsung turun ke lapangan guna memastikan keselamatan warga dengan mengerahkan perahu karet," ujar Agus Harianto, Plt. Kalaksa BPBD Tapteng, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Erianto Tambunan, Minggu (27/9/2026).
Ia memastikan, dari kejadian banjir itu dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun diperkirakan ribuan permukiman warga kembali terendam banjir dan satu unit jembatan terputus, serta arus lalu lintas dari Kecamatan Badiri menuju Tapanuli Selatan (Tapsel) sempat terganggu.
Berikut tujuh wilayah yang terpantau pada peristiwa banjir dan genangan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Sabtu, 26 September 2026.
Pertama, wilayah di Kecamatan Tukka, tepatnya di Kelurahan Bonalumban, sekira pukul 16.30 WIB, Lingkungan I, II, III, dan IV terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa. Tim SRC mengerahkan perahu karet dan berhasil mengevakuasi lima warga ke tempat lebih aman, yakni dua orang dewasa, dua anak-anak, dan satu balita.
Selanjutnya, di Kelurahan Tukka, Lingkungan II/Sigotom, sekira pukul 18.00 WIB, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa serta menutup akses jalan lintas sehingga lumpuh bagi kendaraan roda dua dan empat. Tim SRC siap siaga dan aktif mengevakuasi warga.
Kemudian, di Kelurahan Hutanabolon, sekira pukul 18.00 WIB, banjir merendam Lingkungan I dan IV akibat derasnya luapan sungai yang belum dinormalisasi (pengerukan) hingga mengakibatkan tanggul jebol, namun kondisi banjir terpantau aman.
Kedua, wilayah di Kecamatan Badiri, tepatnya di Kelurahan Lopian, sekira pukul 16.00 WIB, Sungai Aek Lopian meluap hingga memasuki teras rumah warga dan menggenangi badan jalan di Simpang Gereja GPDI Lopian hingga setinggi lutut dan sepinggang orang dewasa. Peristiwa banjir di lokasi ini menyebabkan kemacetan total bagi kendaraan roda dua dan roda empat menuju arah Tapsel dan sebaliknya menuju Pandan.
Ketiga, wilayah di Kecamatan Sarudik, tepatnya di Kelurahan Pasir Bidang, sekira pukul 16.30 WIB, banjir menggenangi permukiman warga mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan menyulitkan laju kendaraan roda dua. Kemudian, di Kelurahan Pondok Batu, sekira pukul 19.15 WIB, dilaporkan terjadi banjir akibat luapan air dari Sungai Sarudik.
Keempat, wilayah di Kecamatan Pinangsori, tepatnya di Desa Parjalihotan, Dusun I, sekira pukul 18.23 WIB, meluapnya sungai sekitar memicu banjir ke dalam rumah-rumah warga. Tim SRC Kecamatan Pinangsori sigap melakukan evakuasi dan membantu warga yang membutuhkan.
Kelima, wilayah di Kecamatan Kolang, tepatnya di Kelurahan Kolang Nauli, sekira pukul 19.20 WIB, genangan air mencapai lutut orang dewasa. Dilaporkan, sebagian warga sempat memilih mengungsi secara mandiri dan sebagian lagi memantau antisipasi kenaikan debit air susulan.
Keenam, wilayah di Kecamatan Tapian Nauli, tepatnya di Desa Mela I dan Mela II, sekira pukul 19.43 WIB, luapan Sungai Mela I dan II menggenangi permukiman warga, namun situasinya dilaporkan terpantau dalam keadaan aman.
Ketujuh, wilayah di Kecamatan Pandan, tepatnya di Kelurahan Pasar Baru, sekira pukul 20.02 WIB, hujan deras menyebabkan banjir permukiman dan menutup akses ruas jalan raya.
"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng melalui BPBD dengan turut melibatkan unsur kecamatan dan kelurahan langsung bergerak cepat merespons laporan darurat banjir di sejumlah lokasi tersebut," kata Agus.
Agus menuturkan, upaya yang telah dilakukan pihaknya dalam situasi banjir tersebut meliputi melakukan penyisiran dan evakuasi, yakni Tim BPBD dan SRC turun langsung ke titik-titik lokasi banjir untuk menyisir kawasan terdampak dan mengevakuasi warga.
Kemudian, membuka Posko Siaga Lapangan, yakni di Kecamatan Badiri. Camat Badiri bersama Tim SRC bersiaga di Simpang Gereja GPDI Lopian untuk membantu pengendara melintas dan di Kecamatan Sarudik, Tim SRC terus siaga memantau evakuasi warga.
Selanjutnya, dilakukan gotong royong pembersihan, yakni di Kecamatan Pinangsori. Air dilaporkan telah surut dan Tim SRC langsung membantu warga membersihkan sisa material banjir di rumah-rumah penduduk.
Hingga tengah malam, Minggu (27/9/2026), kondisi di beberapa titik seperti Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka (Sigotom), dan Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, menunjukkan debit air yang berangsur surut dan sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan.
Sementara itu, dengan meredanya curah hujan, di Kecamatan Badiri, arus lalu lintas di sekitar Lopian secara bertahap juga tertangani oleh Tim SRC di lapangan. Arus lalu lintas menuju Kabupaten Tapsel dan sebaliknya menuju Pandan berangsur-angsur bisa dilewati pengendara dengan aman.
"Begitu juga di Kecamatan Tapian Nauli, hingga tengah malam Camat beserta jajaran masih aktif melakukan penyisiran di permukiman warga terdampak banjir di Desa Mela I dan II," ucapnya.
Agus menambahkan, Pemkab Tapteng akan selalu siap hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi apa pun. Bersama jajaran Tim SRC dan unsur kecamatan hingga kelurahan dan desa, tetap bersiaga penuh (standby) di lokasi-lokasi rawan hingga situasi dipastikan benar-benar aman bagi masyarakat. (hm27)






































