Sunday, September 27, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Klasemen Medali Asian Games 2026 27 September: Rahmat Erwin Bikin Indonesia Lompat 5 Posisi

Mistar.idMinggu, 27 September 2026 pukul 09.30 WIB
klasemen_medali_asian_games_2026_27_september_rahmat_erwin_bikin_indonesia_lompat_5_posisi

Klasemen Medali Asian Games 2026 27 September. (foto ilustrasi:tangkapan layar resultasiangames2026/antara/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (27/9/2026) — Klasemen medali Asian Games 2026 hari ini, 27 September, berubah signifikan bagi Indonesia. Emas Rahmat Erwin Abdullah bukan cuma menambah koleksi juara, tetapi juga mengerek posisi Merah Putih lima tingkat sekaligus setelah sang lifter memecahkan rekor dunia.

Indonesia kini menempati peringkat ke-14 klasemen medali Asian Games 2026 dengan koleksi 2 emas, 4 perak, dan 17 perunggu atau total 23 medali.

Pada 26 September siang, Indonesia masih berada di posisi ke-19 dengan satu emas. Setelah Rahmat Erwin menambah emas kedua pada hari yang sama, posisi Indonesia naik ke peringkat ke-14.

Rahmat Erwin Bukan Sekadar Menambah Emas

Rahmat tampil sebagai salah satu protagonis utama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Turun di kelas 75 kilogram putra, lifter Indonesia itu mencatat total angkatan 366 kilogram, hasil dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. Catatan tersebut membawanya ke podium tertinggi sekaligus memecahkan rekor dunia.

Yang membuat kemenangan ini semakin menarik adalah margin yang sangat tipis.

Rahmat hanya unggul 1 kilogram atas lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, yang membukukan total 365 kilogram. Medali perunggu menjadi milik Ri Chong Song dari Korea Utara dengan total 357 kilogram.

Drama Terjadi pada Angkatan Terakhir

Persaingan emas berlangsung sengit sejak sesi snatch. Rahmat berhasil menutup sesi tersebut dengan angkatan 160 kilogram, sementara Ri Chong Song sempat mencatat 162 kilogram.

Memasuki clean and jerk, persaingan berubah menjadi duel ketat Rahmat dan Weeraphon.

Weeraphon sempat mencetak rekor dunia dengan angkatan 200 kilogram. Rahmat kemudian merespons dengan 201 kilogram.

Ketika Weeraphon berhasil mengangkat 205 kilogram pada percobaan terakhir, totalnya menjadi 365 kilogram dan untuk sementara berada di posisi teratas.

Rahmat kemudian mengambil beban 206 kilogram.

Berhasil.

Total 366 kilogram memastikan emas Indonesia sekaligus mengukuhkan rekor dunia pada kelas tersebut.

Satu Kilogram Mengubah Segalanya

Kemenangan Rahmat menjadi gambaran betapa tipisnya persaingan dalam olahraga angkat besi.

Hanya 1 kilogram memisahkan emas dan perak. Namun, dampaknya terhadap klasemen kontingen Indonesia jauh lebih besar: satu emas membuat posisi Indonesia melonjak dari peringkat 19 ke peringkat 14.

Dengan kata lain, performa Rahmat tidak hanya menghasilkan podium tertinggi, tetapi juga memberikan dorongan langsung bagi posisi Indonesia dalam klasemen medali Asian Games 2026.

China Masih Kokoh di Puncak

Di papan atas, China masih memimpin klasemen medali Asian Games 2026 dengan perolehan 109 emas, 41 perak, dan 29 perunggu atau total 179 medali.

Jepang berada di posisi kedua dengan 31 emas, 50 perak, dan 49 perunggu. Korea Selatan menempati posisi ketiga dengan 16 emas, 22 perak, dan 36 perunggu.

Uzbekistan dan Kazakhstan melengkapi lima besar.

Dominasi China terlihat jelas dari jumlah medali emas yang dikumpulkan. Koleksi 109 emas membuat jaraknya dengan kontingen lain di papan atas sangat lebar.

Posisi Indonesia dan Persaingan Papan Tengah

Indonesia berada di posisi ke-14 dengan dua emas. Di atasnya terdapat Chinese Taipei yang juga mengoleksi dua emas, tetapi unggul dalam jumlah perak.

Sementara itu, posisi Indonesia masih berdekatan dengan Filipina yang berada di peringkat ke-15 dengan dua emas, dua perak, dan enam perunggu.

Situasi ini membuat setiap tambahan emas Indonesia berpotensi mengubah posisi secara cepat, terutama karena persaingan papan tengah relatif rapat.

Menariknya, Indonesia memiliki jumlah perunggu yang cukup besar, yakni 17 keping. Ini menunjukkan banyak atlet Indonesia telah menembus medal zone, tetapi keberhasilan mengonversi peluang podium menjadi emas akan menjadi faktor penting dalam pergerakan klasemen berikutnya.

Klasemen Medali Asian Games 2026 Hari Ini

Hingga pembaruan 27 September pukul 09.00 WIB, posisi teratas klasemen adalah China, Jepang, dan Korea Selatan. Indonesia berada di urutan ke-14.

1. China: 109 emas, 41 perak, 29 perunggu

2. Jepang: 31 emas, 50 perak, 49 perunggu

3. Korea Selatan: 16 emas, 22 perak, 36 perunggu

4. Uzbekistan: 8 emas, 17 perak, 9 perunggu

5. Kazakhstan: 8 emas, 8 perak, 19 perunggu

6. Thailand: 8 emas, 7 perak, 9 perunggu

7. Iran: 7 emas, 14 perak, 7 perunggu

8. Bahrain: 7 emas, 2 perak, 2 perunggu

9. Korea Utara: 5 emas, 5 perak, 4 perunggu

10. India: 4 emas, 12 perak, 14 perunggu

11. Hong Kong: 4 emas, 11 perak, 14 perunggu

12. Malaysia: 4 emas, 1 perak, 8 perunggu

13. Chinese Taipei: 2 emas, 5 perak, 17 perunggu

14. Indonesia: 2 emas, 4 perak, 17 perunggu

15. Filipina: 2 emas, 2 perak, 6 perunggu.

Perburuan Medali Indonesia Belum Berakhir

Lonjakan ke posisi 14 membuat posisi Indonesia di klasemen medali Asian Games 2026 semakin menarik untuk dipantau.

Rahmat Erwin sudah memberikan suntikan besar melalui emas sekaligus rekor dunia. Kini perhatian beralih kepada cabang-cabang lain yang masih memiliki peluang menambah medali bagi kontingen Merah Putih.

Bagi Indonesia, tantangannya bukan sekadar menambah jumlah medali, tetapi mengubah peluang podium menjadi emas. Sebab, satu medali emas dapat memberikan efek jauh lebih besar terhadap posisi klasemen dibandingkan tambahan perak atau perunggu.

Dan Rahmat Erwin baru saja menunjukkan bagaimana satu penampilan menentukan bisa mengubah peta persaingan dalam sekejap.

(antara/detik/asiangames2026/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN