Sunday, September 27, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Inggris vs Spanyol 2-3: Kane Gagal Penalti, Yamal Bungkam Wembley

Mistar.idMinggu, 27 September 2026 pukul 08.19 WIB
inggris_vs_spanyol_23_kane_gagal_penalti_yamal_bungkam_wembley

Inggris vs Spanyol 2-3: Kane Gagal Penalti, Yamal Bungkam Wembley. (foto ilustrasi:wikipedia/hola/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (27/9/2026) — Inggris vs Spanyol di matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027 berubah menjadi drama lima gol di Wembley. La Roja menang 3-2 setelah sempat kehilangan keunggulan, sementara Harry Kane gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.

Lamine Yamal membuka skor hanya dua menit setelah kick-off. Inggris kemudian bangkit dan berbalik unggul 2-1 lewat Anthony Gordon dan Harry Kane.

Namun, Spanyol menunjukkan respons khas tim elite. Álex Baena menyamakan kedudukan pada menit ke-60 sebelum Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan 14 menit kemudian.

Lamine Yamal Bikin Wembley Terdiam pada Menit Kedua

Wembley belum sempat menikmati atmosfer pertandingan ketika Yamal sudah membungkam publik tuan rumah.

Marc Guéhi melakukan kesalahan saat mencoba memainkan bola dari lini belakang. Yamal memanfaatkan momen tersebut, merebut bola, kemudian melepaskan tembakan yang menaklukkan James Trafford.

Gol pada menit kedua itu tercatat sebagai gol tercepat ketiga yang pernah bersarang ke gawang Inggris di Wembley, setelah gol Skotlandia pada 1957 dan Hungaria pada 1953.

Kesalahan dalam build-up menjadi masalah Inggris sejak awal. Spanyol agresif melakukan pressing dan menunggu celah ketika The Three Lions mencoba keluar dari tekanan.

Inggris Balik Unggul, Wembley Meledak

Tertinggal 0-1, Inggris tidak runtuh. Justru sebaliknya, pasukan Thomas Tuchel meningkatkan intensitas dan mulai menemukan ruang di belakang lini tengah Spanyol.

Pada menit ke-36, Inggris menyamakan kedudukan melalui Anthony Gordon.

Jude Bellingham menjadi penghubung penting dalam serangan balik tersebut. Ia menerima bola di tengah lapangan sebelum mengirim umpan yang membuka ruang bagi Gordon untuk melakukan finishing.

Empat menit berselang, comeback Inggris semakin sempurna.

Nico O'Reilly mengirim umpan silang ke area penalti dan Kane menyambutnya dengan sundulan. Bola kemudian mengenai Marc Cucurella sebelum masuk ke gawang.

Inggris 2-1 Spanyol.

Dalam waktu hanya empat menit, The Three Lions mengubah pertandingan dari tertinggal menjadi unggul.

Harry Kane Gagal Penalti, Momentum Berpindah

Inggris bahkan mendapat peluang emas untuk memperlebar keunggulan pada awal babak kedua.

Jude Bellingham dijatuhkan Rodri di kotak penalti setelah pengecekan VAR. Wasit kemudian memberikan tendangan 12 pas.

Kane maju sebagai eksekutor.

Peluang membuat skor menjadi 3-1 terbuka lebar. Namun, sang kapten justru terpeleset saat melakukan eksekusi. Bola menghantam mistar dan gagal masuk.

Wembley seketika terdiam.

Momen tersebut menjadi titik balik pertandingan. Beberapa menit kemudian, Spanyol berhasil menyamakan kedudukan melalui Baena.

Spanyol Menggila, Baena dan Oyarzabal Balikkan Laga

Kesalahan Inggris kembali menjadi pintu masuk bagi Spanyol.

Nico O'Reilly kehilangan bola dalam situasi berbahaya. Dani Olmo kemudian memanfaatkan turnover tersebut dan bola berakhir di kaki Álex Baena.

Baena melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan Trafford.

Inggris 2-2 Spanyol pada menit ke-60.

Empat belas menit kemudian, Baena kembali memainkan peran penting.

Ia menerima bola di depan kotak penalti dan mengirim through pass yang membelah pertahanan Inggris. Mikel Oyarzabal menyambutnya dan melakukan chip melewati Trafford.

Gol! Spanyol berbalik unggul 3-2.

Pemain pengganti Álex Baena menjadi pembeda, mencetak satu gol sekaligus memberi assist untuk gol penentu Oyarzabal.

Inggris Punya Kecepatan, Spanyol Punya Kontrol

Kekalahan Inggris tidak semata-mata disebabkan kegagalan Kane dari titik penalti.

Pertandingan memperlihatkan dua karakter berbeda.

Inggris berbahaya ketika bisa bermain cepat, terutama melalui counter-attack. Gol Gordon menjadi contoh sempurna bagaimana pressing, transisi, dan pergerakan Bellingham bisa langsung mengubah pertahanan menjadi serangan.

Namun, setelah penalti Kane gagal, Spanyol mampu memanfaatkan kesalahan Inggris dan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.

La Roja mampu memanfaatkan kesalahan dalam distribusi bola Inggris, mengembalikan penguasaan permainan, lalu menyerang ruang yang ditinggalkan pertahanan The Three Lions.

Statistik pertandingan juga menunjukkan duel yang relatif berimbang dalam penguasaan bola, 53 persen untuk Spanyol berbanding 47 persen Inggris, dengan jumlah tembakan 15-13.

Artinya, perbedaan terbesar bukan sekadar dominasi bola, melainkan kualitas dalam memanfaatkan momen krusial.

Spanyol Perpanjang Rekor 39 Laga Tanpa Kalah

Kemenangan di Wembley memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan.

Sementara itu, Inggris harus menerima kenyataan bahwa keunggulan 2-1 belum cukup untuk mengamankan kemenangan melawan sang juara dunia.

Dari gol supercepat Yamal, comeback Gordon dan Kane, penalti Kane yang membentur mistar, hingga gol penentu Oyarzabal, duel Inggris vs Spanyol menghadirkan semua elemen pertandingan besar.

Bagi Spanyol, Wembley menjadi panggung kemenangan.

Bagi Inggris, laga ini menyisakan satu pertanyaan besar: mengapa keunggulan kembali gagal dipertahankan ketika pertandingan memasuki fase penentuan?

(skysports/uefa/tntsports/sportsmole/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN