Sering Main HP Sebelum Tidur Bisa Ganggu Otak

Ilustrasi main HP sebelum tidur. (Foto: Freepik)
Jakarta, MISTAR.ID – Melihat ponsel sebelum tidur kini menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, tanpa disadari, aktivitas tersebut dapat memengaruhi kondisi otak.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada otak saat seseorang sibuk menggulir ponsel sebelum tidur?
Tidur merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan. Saat tidur, sel-sel tubuh mendapat kesempatan untuk melakukan regenerasi.
Karena itu, setiap orang dianjurkan memperoleh tidur berkualitas agar manfaat tersebut bisa didapatkan.
Sayangnya, kebiasaan menggulir ponsel kerap mengganggu waktu tidur. Sejumlah penelitian juga menemukan adanya efek penggunaan ponsel sebelum tidur terhadap otak. Berikut beberapa di antaranya.
1. Otak menerima sinyal bahwa hari belum berakhir
Cahaya dari layar, terutama cahaya dengan gelombang pendek, dapat memengaruhi sistem sirkadian. Mata memiliki sel peka cahaya yang meneruskan informasi terang dan gelap ke sistem pengatur jam biologis di otak.
Paparan cahaya pada malam hari dapat menunda fase jam biologis sehingga tubuh belum siap tidur pada waktunya.
Salah satu buktinya terdapat dalam studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).
Penelitian tersebut membandingkan aktivitas membaca e-book bercahaya dengan buku cetak. Hasilnya, kelompok yang membaca e-book lebih lama mengantuk dan mengalami pergeseran waktu sirkadian.
2. Produksi melatonin ditekan, otak menunda sinyal tidur
Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal kepada tubuh bahwa waktu tidur telah tiba. Paparan cahaya pada malam hari dapat menekan pelepasan hormon tersebut.
Dalam studi yang sama, penggunaan gawai sebelum tidur menyebabkan sekresi melatonin lebih rendah dibandingkan membaca buku cetak.
Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Brain Communications menemukan hasil serupa. Penelitian terhadap remaja dan dewasa menunjukkan membaca melalui ponsel tanpa filter cahaya biru memicu penurunan melatonin secara signifikan.
Dilansir dari CNN, Sabtu (28/8/2026), pada kelompok dewasa muda, kadar melatonin masih lebih rendah ketika waktu tidur tiba.
3. Otak tetap dalam kondisi 'terjaga'
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Adolescence mengamati penggunaan media sosial pada malam hari. Hasilnya menunjukkan kebiasaan tersebut berkaitan dengan cognitive arousal atau peningkatan keterjagaan mental sebelum tidur.
Kondisi itu dapat membuat waktu tidur menjadi lebih larut dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur lelap.
4. Otak kehilangan waktu untuk beregenerasi
Salah satu masalah utama dari kebiasaan menggulir ponsel sebelum tidur adalah berkurangnya durasi tidur.
Seperti dijelaskan sebelumnya, tidur memberikan kesempatan bagi sel-sel tubuh untuk melakukan regenerasi. Ketika durasi tidur berkurang, waktu bagi sel-sel otak untuk beregenerasi juga semakin sedikit.
Menggulir ponsel sebelum tidur tidak secara langsung merusak otak. Namun, kebiasaan tersebut dapat mengurangi waktu tidur dan akhirnya memengaruhi berbagai hal. (cnn)






















