Korban Kekerasan, AGP Dapat Pendampingan Psikologis dari RSU Haji Medan

AGP saat menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSU Hani Medan. (Foto: Dinkes Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID — Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan memastikan pemulihan anak 7 tahun asal Kabupaten Dairi yang menjadi korban kekerasan, AGP, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mentalnya.
"Untuk kondisi mentalnya (AGP), kami juga memberikan perhatian. Sehingga pemulihan tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi psikologisnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes kepada Mistar, Jumat (28/8/2026).
Lebih lanjut, Ulianda mengatakan pendampingan akan dilakukan sesuai dengan hasil evaluasi dan kebutuhan anak.
Saat ini RSU Haji Medan sudah berkoordinasi dengan dokter spesialis psikiatri dan psikolog klinis untuk mendukung proses pemulihan mental AGP.
Pasien juga ditangani beberapa dokter spesialis sesuai dengan kondisi dan cedera yang dialaminya.
"AGP ditangani dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis kulit, sementara itu pemulihan dan pergerakan tangan ditangani dokter spesialis rehabilitasi medis," katanya.
Sebelumnya, RSU Haji Medan menyebutkan kondisi AGP kian membaik setelah menjalani perawatan.
Kasus ini mulai diketahui setelah penyiksaan yang dialami AGP viral di akun Facebook Yanti Misbah Saraan.
Seseorang yang mengenal AGP berinisial AP menyebutkan korban mengalami penganiayaan dengan dibenturkan ke dinding rumah, tubuhnya disiram air panas, bibirnya dibakar, lehernya diikat dengan tali charger ponsel, serta dipukul menggunakan sapu lidi hingga lemas. Selain itu, AP juga mengaku jarang diberi makan oleh pengasuhnya.[]
NEXT ARTICLE
Sering Main HP Sebelum Tidur Bisa Ganggu Otak






















