Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

OpenAI Luncurkan ChatGPT untuk Remaja, Hadirkan Perlindungan Khusus dari Risiko AI

Mistar.idJumat, 28 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB
openai_luncurkan_chatgpt_untuk_remaja_hadirkan_perlindungan_khusus_dari_risiko_ai

OpenAI (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - OpenAI resmi memperkenalkan pengalaman “ChatGPT untuk Remaja”, sebuah versi ChatGPT yang dirancang dengan perlindungan keamanan tambahan bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.

Langkah ini dilakukan ketika penggunaan chatbot AI oleh anak muda terus meningkat, sekaligus di tengah meningkatnya sorotan hukum terhadap OpenAI terkait dugaan dampak negatif ChatGPT terhadap remaja.

Melalui pengalaman baru tersebut, OpenAI menggabungkan sejumlah fitur keselamatan yang telah dikembangkan selama setahun terakhir dengan perlindungan tambahan yang dirancang khusus berdasarkan usia pengguna.

ChatGPT Kini Punya Perlindungan Khusus untuk Remaja

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah pengingat untuk beristirahat. Remaja akan mendapatkan peringatan setelah menggunakan ChatGPT secara aktif selama sekitar 90 menit dalam rentang tiga jam.

OpenAI juga menghadirkan fitur “Jam Tenang” yang memungkinkan remaja atau orang tua menentukan waktu ketika ChatGPT tidak dapat digunakan.

Selain itu, tersedia “Jam Belajar”, yang membuat mode belajar ChatGPT aktif secara default pada waktu yang telah ditentukan.

Perusahaan mengatakan berbagai perlindungan tersebut dirancang untuk mengurangi paparan remaja terhadap konten yang berpotensi berbahaya atau tidak sesuai dengan perkembangan mereka, tanpa menghilangkan kemampuan untuk belajar, berkreasi, dan mengeksplorasi.

OpenAI Perketat Perlindungan terhadap Konten Sensitif

OpenAI juga mengatakan telah meningkatkan sistem untuk mencegah ChatGPT memberikan kesan bahwa chatbot memiliki perasaan pribadi atau hubungan emosional dengan pengguna.

Perlindungan lain diberikan ketika remaja mencoba mengunggah gambar pribadi atau sensitif. Sistem akan memberikan peringatan agar pengguna mempertimbangkan kembali risiko membagikan gambar tersebut kepada chatbot.

Langkah ini menjadi semakin penting karena AI chatbot tidak hanya digunakan untuk mencari informasi, tetapi juga sebagai tempat sebagian remaja berbicara mengenai persoalan pribadi, hubungan sosial, pendidikan, hingga kesehatan mental.

Sistem AI Akan Memperkirakan Usia Pengguna

Salah satu aspek paling menarik dari kebijakan baru OpenAI adalah penggunaan teknologi prediksi usia.

Pengguna yang menyatakan saat pendaftaran bahwa mereka berusia di bawah 18 tahun akan secara otomatis mendapatkan pengaturan perlindungan remaja.

Namun OpenAI mengatakan sistemnya juga dapat memperkirakan usia pengguna. Dengan demikian, perlindungan tambahan bisa diterapkan kepada seseorang yang diperkirakan masih di bawah 18 tahun meskipun tanggal lahir yang tercantum di profil menunjukkan usia berbeda.

Pendekatan ini sekaligus menjadi tantangan baru bagi OpenAI karena sistem prediksi usia harus mampu membedakan pengguna remaja dan dewasa dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Diluncurkan di Tengah Gelombang Gugatan

Peluncuran ChatGPT untuk remaja tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya tekanan terhadap OpenAI.

Perusahaan menghadapi sejumlah gugatan dari keluarga yang menuduh percakapan dengan ChatGPT berkontribusi terhadap kerugian yang dialami anak mereka, termasuk kasus yang berkaitan dengan bunuh diri.

OpenAI membantah tuduhan tersebut. Namun perusahaan mengakui bahwa keselamatan AI merupakan pekerjaan yang terus berlangsung dan sistem harus terus diperbaiki.

OpenAI juga menghadapi gugatan dari negara bagian Florida yang menuduh perusahaan gagal mengatasi risiko ChatGPT bagi pengguna di bawah umur.

Sementara itu, keluarga korban penembakan sekolah di Tumbler Ridge, British Columbia, juga menggugat OpenAI dengan tuduhan bahwa percakapan dengan ChatGPT berkaitan dengan kekerasan yang terjadi. OpenAI kemudian mengatakan telah memperkuat sejumlah sistem pengamanannya.

Penggunaan AI di Kalangan Remaja Terus Meningkat

Urgensi perlindungan ini semakin besar karena chatbot AI telah menjadi bagian dari kehidupan digital generasi muda.

Sebuah studi Pew Research Center yang diterbitkan pada Desember 2025 menemukan bahwa hampir sepertiga remaja Amerika menggunakan chatbot AI setiap hari. ChatGPT menjadi chatbot yang paling banyak digunakan dalam survei tersebut, dengan lebih dari separuh responden remaja mengatakan mereka pernah menggunakannya.

Artinya, tantangan OpenAI bukan lagi sekadar bagaimana membuat AI semakin pintar.

Perusahaan juga harus memastikan AI yang semakin pintar tetap aman ketika digunakan oleh pengguna yang masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan sosial.

Era Baru Keamanan AI untuk Anak

Peluncuran ChatGPT untuk remaja menunjukkan bahwa industri AI mulai memasuki fase baru. Perlindungan pengguna tidak lagi hanya berbicara tentang menyaring konten berbahaya, tetapi juga menyangkut durasi penggunaan, hubungan emosional dengan AI, privasi, pembelajaran, dan usia pengguna.

Lauren Jonas, kepala divisi pemuda dan keluarga OpenAI, mengatakan bahwa pekerjaan keselamatan AI tidak pernah benar-benar selesai dan membutuhkan upaya terus-menerus.

Dengan semakin banyaknya anak dan remaja yang menggunakan AI, pertanyaan terbesar ke depan bukan hanya seberapa canggih ChatGPT, tetapi juga seberapa aman teknologi tersebut ketika digunakan oleh generasi muda.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN