Aksi 27 Agustus, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar DPR dan Istana

Ilustrasi lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPRI RI. (foto: detik/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung, Kamis (27/8/2026).
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional di sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan sebanyak 120 petugas disiapkan untuk membantu pengaturan lalu lintas. Petugas dibagi dalam dua sif, yakni 60 personel pada pukul 07.00-13.00 WIB dan 60 personel lainnya pada pukul 13.00-19.00 WIB.
Menurut Budi, pola pengaturan arus kendaraan akan menyesuaikan kondisi di lapangan serta tahapan pengamanan aksi yang dibagi menjadi tiga zona.
Dishub DKI mengimbau masyarakat yang hendak melintasi kawasan terdampak untuk memperhitungkan waktu perjalanan dan menyiapkan jalur alternatif. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus.
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar DPR/MPR:
Zona 1
Area yang berpotensi terdampak mencakup Jalan Letjen S Parman sisi selatan, dari kawasan Semanggi hingga Simpang Slipi. Apabila terjadi kepadatan, pengaturan arus akan dilakukan sesuai situasi.
Zona 2
Kendaraan yang datang dari arah Cawang dan mengalami kepadatan akan diarahkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan selanjutnya.
Sementara itu, kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang masih dapat melintas. Namun, Dishub tetap menyiapkan kemungkinan pengalihan arus apabila kondisi lalu lintas berubah.
Zona 3
Jika kondisi tidak memungkinkan, kendaraan dari arah Tomang menuju Cawang akan diarahkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, hingga Jalan Juanda.
Sebaliknya, kendaraan dari Cawang menuju Tomang akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya.
Untuk kendaraan dari Blok M menuju Tomang, rute alternatif yang disiapkan yakni melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya. Pengendara juga dapat menggunakan jalur Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang.
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana
Sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak di sekitar Istana Negara antara lain Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.
Kendaraan dari arah Tugu Tani menuju Tanah Abang akan diarahkan melalui Jalan MI Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Veteran, Jalan Cideng Timur, dan seterusnya.
Sementara kendaraan dari Tanah Abang menuju Pulogadung akan dialihkan melalui Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Ir H Juanda, dan seterusnya.
Adapun kendaraan dari arah Senayan menuju Kota akan diarahkan melalui Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur, Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, dan seterusnya.
Sedangkan kendaraan dari arah Harmoni menuju Senayan akan menggunakan jalur Jalan Ir H Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Pejambon, Jalan MI Ridwan Rais, Jalan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya, Jalan Taman Cut Mutiah, Jalan GSSJ Samratulangi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan HR Rasuna Said, dan seterusnya.
Dishub Siapkan Petugas dan Mobil Derek
Untuk menunjang pengaturan arus kendaraan, Dishub DKI menyiagakan petugas di 10 titik. Lokasi tersebut meliputi Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, TL Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta area bawah/kolong Ladokgi.
Selain itu, empat mobil derek juga disiapkan di Pintu 10, bawah flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX.
Dishub DKI akan terus memantau perkembangan situasi selama aksi berlangsung. Koordinasi dengan kepolisian dan sejumlah unsur terkait juga dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas dapat berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Budi mengingatkan masyarakat untuk mematuhi arahan petugas, berkendara dengan hati-hati, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan berdasarkan perkembangan lalu lintas terkini.



















