Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
SUMUT

Aktivitas Gunung Sinabung Berada di Level II, Danau Lau Kawar Ditutup

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 09.39 WIB
aktivitas_gunung_sinabung_berada_di_level_ii_danau_lau_kawar_ditutup

Gunung Sinabung. (Foto: Abay/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID — Aktivitas Gunung Api Sinabung di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, berada di level II atau waspada, Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut membuat kawasan wisata Danau Lau Kawar yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kawah Sinabung ditutup sejak Jumat (14/8/2020).

Penutupan kawasan tersebut mengacu pada laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1400.Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 13 Agustus 2026 tentang perubahan radius zona rekomendasi Gunung Sinabung.

Kebijakan itu juga diperkuat Surat Edaran Bupati Karo Nomor 360/2453/BPBD/2026 tertanggal 14 Agustus 2026 mengenai imbauan keselamatan bagi masyarakat, wisatawan, dan pendaki terkait perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, menyebut kondisi gunung saat ini tampak jelas hingga tertutup kabut 0-I.

"Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati, berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-800 meter di atas puncak kawah," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Terpantau pula adanya lima kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3-76 milimeter dan durasi 12-13 detik selama Agustus 2026.

Selain itu, tercatat sembilan kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-17 milimeter dan durasi 73-146 detik.

Di kesempatan lain, salah satu pedagang di sekitar Lau Kawar, Pelin Depari, mengatakan lokasi tersebut memang sudah berulang kali ditutup sejak erupsi Gunung Sinabung pada 2010.

Menurutnya, masyarakat yang tinggal di kawasan zona merah, khususnya dalam radius lima kilometer, telah memahami karakter Gunung Sinabung dan mengetahui risiko ketika aktivitas gunung mengalami peningkatan.

"Kita juga tidak ingin melampaui batas, dan pastinya dari dulu kita yang tinggal dalam kawasan zona merah (lima kilometer) sudah paham betul karakter Gunung Sinabung, terutama apabila ada gejolak," ucapnya.

Pelin juga menanggapi video yang banyak beredar di media sosial. Dikatakannya, video tersebut merupakan video pada 2010. Meski aktivitas Gunung Sinabung meningkat, tapi tidak ada erupsi sampai saat ini.

"Kita berharap kepada masyarakat luas jangan cepat termakan isu atau hoaks yang pastinya berdampak pada kami pelaku usaha di wilayah Danau Lau Kawar," katanya lagi.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN