Kementerian PU Siapkan 16 Mobil Tangki dan 105 Hidran untuk Atasi Kekeringan di Jateng

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Jawa Tengah (Jateng) dengan menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum. (Foto: Kementerian PU)
Jakarta, MISTAR.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan di Jawa Tengah (Jateng).
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan kekeringan perlu dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dukungan tersebut disalurkan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai kebutuhan di lapangan.
Dari total sarana yang disiapkan, sebanyak sembilan mobil tangki dan 12 hidran umum telah dimobilisasi ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Setiap mobil tangki memiliki kapasitas 4.000 liter, sedangkan hidran umum berkapasitas 2.000 liter per unit.
Sembilan mobil tangki telah disalurkan ke Kabupaten Jepara, Sragen, Tegal, Cilacap, Blora, Banjarnegara, dan Pekalongan. Kabupaten Tegal dan Banjarnegara masing-masing mendapat dua unit mobil tangki.
Sementara 12 hidran umum telah ditempatkan di Kabupaten Pemalang sebanyak dua unit, Banjarnegara delapan unit, dan Cilacap dua unit.
Khusus di Kabupaten Banjarnegara, distribusi air bersih telah dilakukan di 11 lokasi, di antaranya Dusun Kempyang, Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, Desa Wiramastra, Desa Linggasari, Desa Gemuruh, Desa Serang, Desa Kebutuhjurang, dan Desa Karanganyar.
Berdasarkan laporan penanganan, distribusi air di lokasi-lokasi tersebut telah mencapai 108.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 669 kepala keluarga atau sekitar 4.638 jiwa.
Kondisi kekeringan di Jawa Tengah sendiri terus meluas. Data BPBPK Jawa Tengah pada Agustus mencatat kekeringan telah terjadi di sedikitnya 24 kabupaten/kota dan berpotensi meluas hingga 32 daerah.
Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 184.000 warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan sarana air bersih dapat segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan. Pemerintah juga menjaga kesiapsiagaan sarana yang masih tersedia selama periode kekeringan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Konektivitas Jalan Nasional di Flores Kembali Pulih PascagempaBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















