Taiwan dan Korea Selatan Jadi Mitra Tak Terpisahkan dalam Rantai Pasok AI

Kantor ACER di Hsinchu, Taiwan, pada Juni 1989. Alexis Duclos/Gamma-Rapho/Getty Images)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Ledakan kecerdasan buatan (AI) perlahan mengubah hubungan industri teknologi antara Taiwan dan Korea Selatan. Dua negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pesaing di sektor elektronik kini justru semakin bergantung satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan perangkat keras AI global.
Ratusan ribu server AI yang beroperasi di pusat data dari Amerika Serikat hingga Eropa menjadi gambaran betapa kompleksnya rantai pasok teknologi tersebut.
Satu server AI Nvidia, misalnya, membutuhkan kombinasi berbagai komponen dari sejumlah negara. Chip komputasi diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), sedangkan chip memori berkecepatan tinggi dipasok oleh perusahaan Korea Selatan seperti SK Hynix dan Samsung.
Komponen tersebut kemudian membutuhkan teknologi pengemasan canggih sebelum menjadi akselerator AI yang digunakan dalam rak server.
Taiwan Unggul di Manufaktur Chip
Taiwan memiliki posisi strategis dalam industri AI berkat dominasi TSMC dalam manufaktur chip kontrak.
Keunggulan tersebut tidak hanya berasal dari satu perusahaan. Taiwan telah membangun ekosistem industri yang terdiri dari banyak pemasok khusus, mulai dari komponen elektronik hingga sistem pendingin dan pengemasan chip.
Jurnalis teknologi Owen Lin menjelaskan bahwa industri elektronik Taiwan berkembang melalui pembagian pekerjaan di antara banyak perusahaan. Masing-masing perusahaan menguasai bagian tertentu dari proses produksi sehingga ekosistem tersebut dapat bergerak fleksibel dan cepat menyesuaikan permintaan.
Model tersebut berbeda dengan Korea Selatan, yang banyak mengandalkan konglomerasi besar seperti Samsung dengan kemampuan mengintegrasikan berbagai tahapan rantai pasok.
Keunggulan Taiwan semakin terlihat setelah Apple memilih TSMC sebagai pemasok utama prosesor untuk perangkatnya. Pergeseran tersebut memperkuat posisi Taiwan dalam manufaktur semikonduktor global.
Korea Selatan Kuasai Memori AI
Jika Taiwan memiliki kekuatan besar dalam produksi dan pengemasan chip, Korea Selatan memiliki posisi penting di sektor memori.
SK Hynix dan Samsung secara bersama-sama menguasai sekitar 80% produksi High Bandwidth Memory (HBM) dunia. Teknologi HBM sangat penting untuk sistem AI karena memungkinkan perpindahan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi.
Memori tersebut kemudian dapat dipadukan dengan chip komputasi yang diproduksi TSMC menggunakan teknologi pengemasan canggih.
Dengan demikian, akselerator AI modern membutuhkan kekuatan dari kedua negara.
Taiwan menyediakan berbagai komponen penting untuk pemrosesan dan integrasi chip, sedangkan perusahaan Korea Selatan menjadi pemasok utama memori berperforma tinggi.
Persaingan Taiwan dan Korea Selatan Sudah Berlangsung Puluhan Tahun
Hubungan antara Taiwan dan Korea Selatan bukanlah kisah kerja sama yang selalu harmonis.
Keduanya memiliki sejarah perkembangan ekonomi yang mirip setelah Perang Dunia II. Taiwan dan Korea Selatan sama-sama mengandalkan ekspor dan manufaktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Persaingan kemudian berkembang dari industri padat karya menuju elektronik, komputer, layar, semikonduktor, hingga telepon pintar.
Perusahaan seperti Acer dan Asus dari Taiwan pernah bersaing dengan Samsung dan LG. Di pasar ponsel, HTC juga sempat menjadi pesaing Samsung.
Persaingan tersebut bahkan pernah digambarkan sangat agresif. Pada 2013, majalah Business Today Taiwan memuat laporan mengenai dugaan strategi internal Samsung yang disebut "Bunuh Taiwan". Samsung membantah bahwa strategi tersebut pernah ada.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa persaingan antarperusahaan teknologi global merupakan hal yang wajar.
Ledakan AI Mengubah Persaingan Menjadi Ketergantungan
Perkembangan AI menciptakan situasi baru. Taiwan dan Korea Selatan masih bersaing, tetapi produk mereka kini berada pada bagian rantai pasok yang berbeda dan saling melengkapi.
Ekonom Nomura, Jeong Woo Park, menilai pengaruh Taiwan terhadap rantai pasok perangkat keras AI saat ini lebih besar dibandingkan Korea Selatan.
Laporan Nomura menempatkan Taiwan di posisi teratas dunia dalam penguasaan produksi perangkat keras yang berkaitan dengan AI.
Di sisi lain, Korea Selatan tetap memiliki keunggulan yang sulit digantikan dalam produksi HBM.
Kondisi tersebut membuat perusahaan dari kedua negara membutuhkan satu sama lain untuk memenuhi permintaan pasar AI yang terus meningkat.
Ekspor AI Dorong Ekonomi Taiwan
Ledakan permintaan perangkat keras AI juga memberikan dampak besar terhadap perekonomian Taiwan.
Ekspor yang berkaitan dengan AI membantu pertumbuhan ekonomi Taiwan mencapai 8,7% pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diperkirakan semakin kuat pada 2026.
Perkembangan ekonomi ini juga membuat Taiwan melampaui Korea Selatan dalam produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2025 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak berarti Taiwan dapat berdiri sendiri. Justru semakin besar industri AI, semakin besar pula kebutuhan terhadap komponen yang berasal dari Korea Selatan.
Hubungan "Teman Sekaligus Musuh"
Presiden kelompok media dan riset teknologi DIGITIMES, Colley Hwang, menggambarkan hubungan Taiwan dan Korea Selatan sebagai "teman sekaligus musuh".
Keduanya tetap merupakan pesaing dalam banyak bidang teknologi, tetapi kebutuhan industri AI membuat kerja sama tidak dapat dihindari.
Taiwan menjadi salah satu jalur penting bagi produk Korea Selatan untuk mencapai pasar Amerika Serikat. Sementara itu, perusahaan Taiwan membutuhkan memori HBM dari produsen Korea Selatan untuk menghasilkan perangkat keras AI berperforma tinggi.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa persaingan teknologi tidak selalu menghilangkan ketergantungan antarnegara.
Tidak Ada Negara yang Bisa Menguasai Semua Rantai AI
Analis kebijakan Yu-Ning Chiu menilai perkembangan industri AI menunjukkan bahwa tidak ada negara yang mampu mengerjakan seluruh proses produksi secara mandiri.
Rantai pasok AI membutuhkan kombinasi keahlian dari berbagai negara dan perusahaan. Mulai dari desain chip, manufaktur semikonduktor, memori, pengemasan, sistem pendingin, hingga perakitan server.
Karena itu, keunggulan Taiwan dan Korea Selatan saat ini justru terletak pada kemampuan mereka menguasai bagian berbeda dari ekosistem tersebut.
Meski demikian, para analis mengingatkan agar kedua negara tidak terlena. Perusahaan yang saat ini menjadi pemasok penting harus terus meningkatkan efisiensi dan kemampuan integrasi.
Pada akhirnya, pemain yang mampu menyediakan komponen berkualitas dalam jumlah besar, tepat waktu, dan mengintegrasikannya secara efisien akan tetap menjadi bagian penting dari industri AI global.





















