IHSG dan Rupiah Tertekan, Demo Jakarta Jadi Sentimen Utama Pasar

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Detik)
Medan, MISTAR.ID (27/8/2026) — Pergerakan pasar keuangan dalam negeri hari ini diwarnai tarik-menarik antara sentimen global yang positif dan ketegangan politik di dalam negeri.
Perhatian utama pelaku pasar dan investor saat ini tertuju pada eskalasi aksi demonstrasi yang berlangsung di Ibu Kota Jakarta. Aksi tersebut membayangi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang sesi perdagangan.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mencatat pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG sempat merosot dan dibuka melemah di level 6.390.
“Namun, laju indeks sejauh ini masih menunjukkan perlawanan dan berhasil membuat pergerakan berbalik arah ke zona hijau,” katanya, Kamis (27/8/2026).
Pergerakan bursa saham di Asia hari ini terpantau bervariasi atau mixed. Gunawan memproyeksikan pasar akan terus memantau perkembangan aksi demonstrasi di Jakarta yang menjadi sentimen utama domestik selama sesi perdagangan berlangsung.
“Kondisi ini membuat IHSG memiliki peluang berfluktuasi di dua zona yang berbeda, yaitu merah dan hijau hingga penutupan sore nanti,” ucapnya.
Di sisi lain, ketidakpastian sentimen tersebut juga memberikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Rupiah mengalami pelemahan hingga Rp17.765 per dolar AS.
Pelemahan mata uang tersebut sejalan dengan kinerja dolar AS yang membaik, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar (USD Index). Gunawan memperkirakan pada perdagangan hari ini Rupiah berpotensi bergerak pada rentang Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS.
“Tekanan pada Rupiah didorong oleh sentimen rilis data ekonomi dari Amerika Serikat. Angka inflasi bulanan AS Juli terealisasi sesuai proyeksi sebelumnya, yaitu 0,2 persen. Hal tersebut direspons dengan USD Index yang naik menjadi 99,11 pada perdagangan Asia,” ujarnya.






















