Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Beras di Siantar Tembus Rp17.000 per Kg, Bulog Genjot SPHP dan Bantuan Pangan

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 11.16 WIB
harga_beras_di_siantar_tembus_rp17000_per_kg_bulog_genjot_sphp_dan_bantuan_pangan

Pedagang beras di Pasar Tradisional Horas. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Harga beras di Pasar Horas Pematangsiantar masih tinggi. Berdasarkan pantauan pada Kamis (27/8/2026), harga beras premium jenis Ramos menjadi yang tertinggi, mencapai Rp17.000 per kilogram.

Beras medium jenis IR64 dijual Rp15.800 per kilogram. Sementara itu, beras premium varietas IR64 berada di harga Rp16.700 per kilogram, sedangkan varietas Harias dan Hariara masing-masing berada di kisaran Rp16.500 per kilogram.

Tingginya harga beras tersebut mendapat perhatian Perum Bulog Pematangsiantar. Bulog terus melakukan intervensi melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan (Banpang) beras.

Hal ini dikatakan Asisten Manager Penjualan Pasar Pemerintah Bulog Pematangsiantar, Samuel Lubis, pihaknya terus mengguyur pasokan beras SPHP ke sejumlah pusat pasar, termasuk Pasar Dwikora dan Pasar Horas.

"Upaya kita untuk menstabilkan harga beras dengan terus mengguyur beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan juga melaksanakan penugasan bantuan pangan beras. Program SPHP penugasan dari pemerintah ini tetap kita salurkan, apalagi di pusat pasar seperti Pasar Dwikora dan Pasar Horas," kata Samuel kepada Mistar, Kamis (27/8/2026).

Selain SPHP, Bulog mulai menggenjot pendistribusian Bantuan Pangan beras. Untuk wilayah Kabupaten Simalungun, alokasi bantuan sudah mulai disalurkan. Sementara untuk wilayah Kota Pematangsiantar, penyaluran dijadwalkan menyusul pada September mendatang.

Samuel menjelaskan, bantuan pangan tersebut dirapel untuk periode tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima total 30 kilogram beras dengan jatah 10 kilogram setiap bulan.

"Mudah-mudahan langkah ini efektif menekan tingginya harga di pasaran. Jadi para penerima manfaat tidak perlu lagi membeli beras di pasar, sehingga permintaan berkurang dan harga bisa perlahan stabil," harapnya.

Menurut Samuel, salah satu faktor yang membuat harga beras di tingkat pedagang tinggi adalah mahalnya harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani.

Persaingan dengan pihak swasta membuat harga gabah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pihak swasta berani menawar gabah petani di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, sedangkan HPP pemerintah dipatok sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Pihak swasta mengambil gabah dari petani sudah di atas harga pemerintah, belum lagi ditambah biaya operasional dan produksi mereka. Dari awal beli gabahnya saja sudah mahal, otomatis harga produksi ikut naik. Permasalahannya memang murni di harga beli gabah yang tinggi. Kalau untuk pasokan sendiri sebenarnya selalu ada dan aman," pungkas Samuel. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN