Harga Beras di Siantar Masih Tinggi, Pedagang: Stok Juga Sulit Didapat

Pedagang beras di Pasar Horas Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Harga beras di Pematangsiantar masih terpantau tinggi, di Pasar Horas Pematangsiantar pada Rabu (26/8/2026) harga beras medium jenis IR64 masih tetap di angka Rp15.800 per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada beras kelas premium lainnya.
Desi, seorang pedagang beras di Pasar Horas Pematangsiantar, mengatakan selain jenis beras medium yang harganya belum turun, beras premium malah makin sulit dibeli warga.
Beras premium IR64 sekarang dijual Rp16.700 per kg. Varietas Harias dan Hariara masih di harga Rp16.500 per kg. Sementara itu, varietas Ramos menjadi yang paling mahal, mencapai Rp17.000 per kg.
"Beras premium ini sekarang sangat sulit dicari. Hal ini karena harus memakai padi pilihan, bukan sembarangan. Pasokan padi memang sedang langka. Jadi kami harus menunggu sampai barang tersedia," ujar Desi.
Untuk menjaga stok, Desi mengatakan dia harus mencari pasokan langsung ke kilang-kilang di luar daerah. Dia pergi ke Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Indrapura, bahkan mendapat pasokan dari Aceh.
Saat ditanya alasan tidak membeli beras dari daerah tetangga seperti Kabupaten Simalungun, Desi menyebut masalah mutu dan harga. Ia mengatakan kualitas gabah dari Simalungun sering tidak konsisten untuk kebutuhan pasar.
"Hasil pasokan dari Simalungun kadang bagus. Tapi sering juga dapat yang kurang oke atau tekstur nasinya terlalu keras. Selain itu, harganya kurang bersaing dibanding pasokan daerah lain. Kalau untuk kelas premium, Simalungun sepertinya belum ada," bebernya.
Kenaikan harga beras ini sangat menurunkan daya beli konsumen. Boru Sinaga, pedagang beras lain di Pasar Horas, mengeluh omzetnya turun drastis karena pembeli mulai membatasi jumlah belanjaan.
"Kami makin susah jualan. Pembeli terpaksa mengurangi porsi belanja mereka karena harga terlalu mahal. Kalau keadaan ini terus dibiarkan, pedagang bisa mati perlahan," keluhnya pasrah.
Kini, para pedagang hanya bisa berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Intervensi pasar dan jaminan kelancaran pasokan sangat dinantikan. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Antam Turun Rp18.000 Jadi Rp2,75 Juta per Gram

















