Wednesday, August 26, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Cuaca Makin Panas dan Kering, Eropa Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan Meluas

Mistar.idRabu, 26 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB
cuaca_makin_panas_dan_kering_eropa_hadapi_ancaman_kebakaran_hutan_meluas

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Canva.com)

news_banner

Inggris, MISTAR.ID – Eropa menghadapi ancaman kebakaran hutan yang semakin serius. Cuaca yang makin panas, kering, dan berangin diperkirakan dapat membuat kebakaran hutan meluas di berbagai wilayah benua tersebut.

Temuan itu berasal dari studi terbaru Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) bersama Senckenberg Society for Nature Research. Penelitian berjudul Future Projections of Burned Area in Europe Highlight the Importance of Human Action tersebut diterbitkan dalam jurnal Global Change Biology.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti membuat dua proyeksi terkait perkembangan luas area yang terbakar hingga akhir abad ke-21. Hasilnya menunjukkan tingkat emisi gas rumah kaca akan sangat menentukan tingkat ancaman kebakaran hutan di masa depan.

Dalam skenario emisi rendah, luas wilayah yang terbakar diproyeksikan meningkat sekitar 39 persen dibandingkan kondisi saat ini. Sementara pada skenario emisi tinggi, luas area terbakar berpotensi melonjak hingga 192 persen atau hampir tiga kali lipat dari kondisi saat ini.

Peneliti PIK sekaligus penulis utama studi, Maik Billing, mengatakan perubahan iklim telah mendorong peningkatan aktivitas kebakaran di berbagai wilayah Eropa. Kondisi panas, kering, dan berangin yang semakin ekstrem membuat risiko kebakaran ikut meningkat.

"Perubahan iklim mendorong peningkatan aktivitas kebakaran di seluruh Eropa karena kondisi panas, kering, dan berangin menjadi semakin parah," kata Billing seperti dikutip dari Phys, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, peningkatan luas wilayah terbakar bahkan dapat terjadi ketika pemanasan global berada pada level relatif rendah, sekitar 1,8 derajat Celsius.

Namun, apabila emisi terus meningkat hingga menyebabkan pemanasan global sekitar 3,6 derajat Celsius, kebakaran akan menjadi jauh lebih sering terjadi.

Dampaknya diperkirakan paling terasa di kawasan Mediterania serta sebagian besar Eropa Barat dan Eropa Tengah, termasuk wilayah yang selama ini relatif jarang mengalami kebakaran hutan. (Phys)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN