Friday, August 21, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Picu Serangan Asma hingga Risiko Stroke

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 13.35 WIB
asap_kebakaran_hutan_dan_lahan_picu_serangan_asma_hingga_risiko_stroke

Ilustrasi, Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Picu Serangan Asma hingga Risiko Stroke. (foto:gemini/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (21/8/2026) - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P, memberitahu dampak kesehatan yang lebih berat akibat menghirup asap kebakaran hutan dan lahan.

"Pertama dampak kesehatan yang paling berat seperti eksaserbasi asma atau serangan asma yang memerlukan terapi emergensi atau rawat inap," ujarnya kepada Mistar, Jumat (21/8/2026).

Lebih lanjut, dokter spesialis paru itu mengatakan, masyarakat yang terpapar banyak asap kebakaran hutan dan lahan dapat mengalami perburukan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

Asisten Manajer Perencanaan dan Pelaksanaan Pelayanan Medik RSUP H Adam Malik itu menyebutkan permasalahan kesehatan lainnya seperti infeksi saluran napas akut, termasuk bronkitis dan pneumonia.

"Dampak kesehatan yang lebih berat lainnya seperti penurunan fungsi paru yang bermakna pada kelompok rentan maupun Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) pada kasus paparan berat," tuturnya.

Tak hanya itu, menurutnya, masyarakat pun dapat mengalami keracunan karbon monoksida yang dapat mengakibatkan hipoksia jaringan atau kondisi tubuh tidak mendapat cukup oksigen.

Selain itu, Harbi mengatakan terlalu banyak menghirup asap dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular seperti infark miokard, gagal jantung akut, aritmia, dan stroke.

Ia pun melihat berbagai studi menunjukkan peningkatan kadar partikel udara sangat kecil berukuran 2,5 mikrometer (PM2.5) akibat kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan kunjungan pasien.

"Tentu nantinya akan berhubungan dengan peningkatan angka kunjungan gawat darurat dan rawat inap di fasilitas kesehatan, bahkan mortalitas akibat penyakit respirasi dan kardiovaskular," ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN