Asap Karhutla Picu Gangguan Pernapasan, Ini Kelompok yang Paling Rentan

Kabut asap di Pontianak akibat kebakaran hutan mengganggu aktivitas masyarakat. (foto: antara/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked (Paru), Sp.P sampaikan dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dihirup terus-menerus.
Dokter Spesialis Paru tersebut mengatakan, paparan asap kebakaran lahan dapat menimbulkan gangguan kesehatan akut maupun kronis pada masyarakat di sekitar area yang terbakar.
"Efek akut yang paling sering dijumpai adalah iritasi mata, hidung, tenggorokan, batuk, peningkatan produksi dahak, sesak napas, mengi, nyeri dada, serta penurunan toleransi aktivitas fisik," ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Harbi mengatakan pada individu yang sehat sekali pun, paparan konsentrasi tinggi partikel udara sangat kecil berukuran 2,5 mikrometer (PM2.5) dapat menyebabkan penurunan fungsi paru sementara.
Menurutnya, terdapat beberapa kelompok yang paling rentan mengalami masalah kesehatan jika terus-menerus terpapar asap kebakaran lahan yang sedang banyak terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
"Kelompok yang paling rentan mengalami masalah kesehatan mulai dari anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan kardiovaskular atau kondisi medis yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah," katanya.
Pada kelompok tersebut, dikatakan Harbi, paparan asap dapat meningkatkan angka kunjungan ke fasilitas kesehatan akibat eksaserbasi penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Asisten Manajer Perencanaan dan Pelaksanaan Pelayanan Medik RSUP H Adam Malik itu mengatakan secara patofisiologis, partikel halus yang terhirup akan memicu stres oksidatif dan inflamasi saluran napas.
"Sehingga dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas epitel (pelemahan lapisan sel), gangguan mekanisme pertahanan mukosilier, dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan," ucapnya.























