Sunday, October 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Neraca Dagang Sumut Surplus 5,14 Miliar Dolar AS, Ekspor Produk Kimia Melonjak Tajam

Mistar.idMinggu, 4 Oktober 2026 pukul 19.31 WIB
neraca_dagang_sumut_surplus_514_miliar_dolar_as_ekspor_produk_kimia_melonjak_tajam

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sumatera Utara, Dadan Supriadi. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (4/10/2026) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat neraca perdagangan luar negeri periode Januari-Agustus 2026 surplus 5.144,77 juta dolar AS.

Pada Agustus 2026 saja, surplus mencapai 731,82 juta dolar AS atau naik 4,26 persen dibandingkan Agustus 2025.

Kepala Bagian Umum BPS Sumut Dadan Supriadi mengatakan capaian ini ditopang kuatnya ekspor pelaku usaha.

"Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di Sumut pada Januari-Agustus 2026 mencapai 9.169,97 juta dolar AS atau naik 11,26 persen dibanding periode yang sama 2025. Ekspor Agustus 2026 juga naik dari 1.188,99 juta dolar AS menjadi 1.236,81 juta dolar AS," kata Dadan, Minggu (4/10/2026).

Lonjakan devisa terbesar ditopang permintaan produk kimia yang naik 273,64 juta dolar AS atau 22,44 persen. Disusul lemak dan minyak hewan/nabati yang naik 149,97 juta dolar AS. Sebaliknya, ekspor buah-buahan dan tembakau turun.

Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Sumut dengan nilai 1.556,60 juta dolar AS, diikuti Amerika Serikat 1.265,18 juta dolar AS dan India 675,62 juta dolar AS. Ketiganya menyumbang 38,15 persen total ekspor. Secara kawasan, Asia di luar ASEAN menjadi penyerap terbesar.

Di sisi impor, periode Januari-Agustus 2026 tercatat 4.025,20 juta dolar AS atau naik 11,09 persen secara tahunan.

"Peningkatan impor didominasi barang konsumsi yang naik 42,52 persen serta bahan baku penolong yang naik 11,93 persen," ujarnya.

Sementara impor barang modal menyusut 18,48 persen akibat anjloknya pasokan mesin pesawat mekanik.

Berdasarkan komoditas, lonjakan impor tertinggi adalah bahan bakar mineral yang naik hampir 49 persen, diikuti karet dan barang dari karet.

"Menariknya, pasokan impor Sumut mayoritas dari Tiongkok yang mencapai 27,93 persen, disusul Singapura dan Malaysia," tuturnya.

Meski impor naik, neraca Sumut tetap stabil karena besarnya surplus dengan negara mitra utama. Surplus terbesar dengan Amerika Serikat sebesar 1.029,23 juta dolar AS, diikuti India, Jepang, Tiongkok, dan Bangladesh. Namun defisit terbesar terjadi dengan Singapura 514,04 juta dolar AS, disusul Malaysia, Argentina, Australia, dan Prancis. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN