Harga Semen Naik di Sumut, KPPU Ungkap Kendala Bongkar Muat dan Pasokan Batu Bara

Ilustrasi, bongkar muat semen. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Medan, MISTAR.ID (4/10/2026) - Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan mengkaji kenaikan harga semen di Sumatra Utara.
Dari penelusuran hulu ke hilir, KPPU menemukan pemicu kenaikan bukan dari produsen, melainkan gangguan rantai pasok logistik dan produksi lokal.
Kepala KPPU Kanwil I Medan, Ridho Pamungkas, mengatakan pasokan dari pabrik asal tidak bermasalah. Kendala muncul saat bongkar muat di pelabuhan Sumatra Utara.
"Kalau kita telusuri dari hulu ke hilir, produsennya tidak ada masalah, sudah dikirimkan ke Sumatra Utara. Tapi, ada masalah terkait alat yang menyalurkan dari kapal," kata Ridho, Minggu (4/10/2026).
Selain logistik angkutan laut, KPPU menyoroti pabrik semen lokal di bawah Semen Indonesia Group (SIG). Produksi pabrik tersebut terhambat karena krisis bahan bakar batu bara sebagai dampak kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).
"Batu bara yang dialokasikan untuk DMO terbatas, sehingga pabrik lokal tidak mendapatkan pasokan batu bara. Ketika satu terhambat, justru menjadi rangkaian yang saling menghambat," ujarnya.
KPPU kini memetakan titik sumbatan atau bottleneck distribusi untuk menelusuri akar persoalan. Kajian juga diarahkan untuk memastikan apakah kelangkaan murni akibat kendala teknis dan pembatasan kuota batu bara atau ada praktik curang.
"Kita sedang mengkaji titik-titik bottleneck-nya di mana dan apakah ada perilaku. Apakah sengaja distributor mengatur pasokan sehingga terjadi kelangkaan atau seperti apa," kata Ridho. (hm02)














































