Bupati Asahan Panen Perdana Pisang Kepok Abu, Siap Diusulkan Jadi Varietas Lokal ke Kementan

Bupati Asahan melakukan panen perdana pisang kapok abu yang bakal diusulkan jadi varietas lokal ke Kementan. (Foto: Diskominfo/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID (4/10/2026) – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, melakukan panen perdana pisang Kepok Abu yang dikembangkan PT Hijau Surya, sebuah perusahaan inovasi pertanian berbasis kultur jaringan yang berlokasi di Kelurahan Sei Renggas, Kisaran Barat pada Minggu (4/10/2026). Pisang dengan ciri khas kulit berwarna abu-abu ini direncanakan untuk didaftarkan sebagai varietas yang berasal dari Asahan.
Perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan berencana mengusulkan pendaftaran dan pelepasan varietas tersebut kepada Kementerian Pertanian (Kementan) melalui bidang yang membidangi perlindungan varietas tanaman.
Pisang tersebut direncanakan menggunakan nama Pisang Kepok Abu Asahan Hijau Surya sebagai identitas varietas yang dikembangkan di Kabupaten Asahan.
Direktur PT Hijau Surya Biotechindo Kabupaten Asahan, Budi Chandra, menjelaskan pisang Kepok Abu memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pisang kepok pada umumnya, terutama pada warna kulit buahnya.
“Pisang ini Kepok Abu, warna luarnya abu-abu, sedangkan warna daging buahnya kuning. Teksturnya kenyal dan cocok untuk dibuat kukus, goreng maupun keripik,” jelas Budi.
Menurutnya, pisang tersebut telah melewati proses seleksi untuk mendapatkan karakteristik yang diharapkan. Pengembangan selanjutnya diarahkan pada pendaftaran dan pelepasan varietas bersama Pemkab Asahan agar pisang Kepok Abu dapat dikenal sebagai salah satu potensi pertanian daerah.
Budi berharap pengembangan pisang tersebut dapat terus berlanjut sehingga memiliki nilai tambah dan peluang untuk dikembangkan lebih luas.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut baik pengembangan pisang Kepok Abu yang dilakukan PT Hijau Surya. Berdasarkan hasil panen perdana, dia menilai kualitas buah tersebut terlihat baik, baik dari tampilan kulit maupun warna daging buahnya.
“Kita lihat secara utuh kualitasnya baik. Dari luar terlihat abu-abu dan dalamnya berwarna kuning sehingga pada saat dimasak, dikukus dan digoreng kandungannya lebih baik,” ujar Taufik.
Dia berharap pisang Kepok Abu dapat terus dibudidayakan dan dikembangkan menjadi salah satu komoditas unggulan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pengembangan potensi pertanian lokal perlu didorong agar dapat membuka peluang usaha sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Asahan,” kata Taufik. (hm02)














































