Brigif TP 36/HM Siapkan Edukasi Pertanian Terintegrasi untuk Petani Simalungun

Letkol Mahfudz saat memberikan edukasi kepada para Petani. (Foto: Roland/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID – Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 36/Harajaon Marpitu (Brigif TP 36/HM) menyiapkan edukasi pertanian, perkebunan, dan perikanan yang terintegrasi bagi para petani di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Hal itu disampaikan Komandan Brigif TP 36/HM Kolonel Inf Sunardi dalam pertemuan yang digelar bersama DPD Gerak 08 Sumut dengan menghadirkan para petani dari sejumlah kelompok tani di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Dalam pertemuan tersebut, Sunardi mengatakan kehadiran Brigif TP 36/HM di Batu XX, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, untuk melakukan pengelolaan ketahanan pangan dalam mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, pengelolaan ketahanan pangan di Brigif dilakukan secara sistematis dan terintegrasi dengan menghubungkan sektor peternakan, tanaman, serta perikanan secara searah atau selaras dalam satu lokasi.
Selain itu, limbah dari kegiatan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menekan biaya produksi.
Sunardi menegaskan, ketahanan pangan harus sejalan dengan kesejahteraan petani. Karena itu, kegiatan edukasi pertanian, perkebunan, dan perikanan yang terintegrasi akan diberikan kepada para petani.
Dijelaskannya, masyarakat tidak perlu sungkan meminta pertolongan kepada Brigif, baik untuk pembinaan, peminjaman alat pertanian, maupun penanganan bencana kebakaran.
"Kami hadir di sini untuk masyarakat. Pengelolaan ketahanan pangan kita lakukan dari hulu ke hilir, mari kita berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan," ucap Kolonel Inf Sunardi, Sabtu (3/9/2026) di ruang pertemuan Brigif TP 36/HM.
Dalam kesempatan itu, Kolonel Inf Sunardi mengatakan para petani, serta organisasi Gerak 08 untuk selalu berkolaborasi, dalam mewujudkan petani yang makmur, dengan pengelolaan ketahanan pangan yang terintegrasi.
Sementara itu, Ketua Gerak 08 Sumut Torop Sihombing mengatakan, kehadiran TNI yang berfokus untuk ketahanan pangan adalah momen yang luar biasa, di mana jika ketahanan pangan berdaulat, maka petani akan sejahtera.
Dia mengatakan, bahwa saat ini petani Indonesia telah tertinggal, sehingga kehadiran Brigif diharapkannya bisa menjadi jalan kesejahteraan bagi para Petani. "Tentu ini momen yang luar biasa, di mana TNI dihadapkan untuk kedaulatan ketahanan pangan, kita berharap Brigif bisa berkolaborasi erat dengan petani," ucap Torop.
Dalam kesempatan itu juga, Danyonif TP 901/SG Letkol Mahfudz, mengajak para petani untuk melihat secara langsung, bagaimana pengelolaan ketahanan pangan yang ada di Markas Brigif, baik pengelolaan peternakan sapi, kambing, bebek, hingga magot.
Letkol Mahfudz menerangkan, pengelolaan dilakukan dengan pemanfaatan limbah secara optimal, seperti penggunaan kotoran ternak menjadi pupuk.
"Untuk saat ini, Kompi Peternakan dan Pertanian melaksanakan program pertanian yang terintegrasi, yang mana setiap unsur dan setiap bagian saling berhubungan, sehingga output-nya kita nol limbah dan sampah, semua bisa tersalur dengan baik," ujar Letkol Mahfudz.
"Kami berharap, Brigif bisa membantu petani di Simalungun, dari hal yang terkecil, termasuk mempersiapkan pupuk kepada para petani yang ada di sekitaran Satuan Brigif TP 36/HM," lanjutnya.
Sementara itu, seorang petani yang berasal dari Kabupaten Simalungun Marga Nababan, sangat berterima kasih dengan maunya Brigif membagikan ilmu mereka kepada petani di Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, pertemuan atau kolaborasi bersama TNI bisa mewujudkan petani yang berhasil dalam mengelola pertanian, serta ternaknya.
"Yang jelas kami sangat bersyukur bisa diberi kesempatan bejalar kepada TNI, ilmu ini akan kami curi dan kami pakai dalam kehidupan tani kami," tutur Nababan.[]
PREVIOUS ARTICLE
Warga Gunung Malela Keluhkan Pengelolahan Lahan Plasma SIPEF Tak Berpihak ke Masyarakat
















































