Indonesia vs Thailand: Drama Injury Time Antar Garuda ke Final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia vs Thailand: Drama Injury Time Antar Garuda ke Final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. (foto ilustrasi:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (3/10/2026) — Dua gol pada masa injury time mengubah segalanya. Saat Malaysia sudah menang 6-0 atas Singapura, Timnas Indonesia justru mencetak dua gol terakhir ke gawang Bangladesh dan merebut tiket final dari tangan Harimau Malaya.
Kini, drama itu membawa Skuad Garuda ke partai puncak. Indonesia akan menghadapi Thailand pada Final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Kick-off dijadwalkan pukul 20.00 WIB.
Indonesia finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin. Thailand menjadi pemuncak Grup B meski pada laga terakhir kalah 1-2 dari Filipina.
Drama Injury Time Bawa Indonesia Lewati Malaysia
Jalan Indonesia ke final nyaris berakhir berbeda.
Pada laga terakhir Grup A, Garuda menghancurkan Bangladesh 9-2. Mitchell Baker tampil sebagai bintang dengan mencetak lima gol. Namun kemenangan besar itu belum cukup sampai menit-menit akhir.
Di pertandingan lain, Malaysia sedang berpesta. Harimau Malaya menang 6-0 atas Singapura dan sempat berada di posisi yang menguntungkan untuk melaju ke final.
Indonesia kemudian mencetak gol ketujuh lewat Luke Vickery pada menit ke-90. Bangladesh membalas semenit berselang.
Skor 7-2 membuat Garuda membutuhkan dua gol tambahan untuk melewati Malaysia dalam produktivitas gol.
Dan di sinilah thriller dimulai.
Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, disusul Mitchell Baker pada 90+7.
Indonesia menang 9-2 dan finis di atas Malaysia. Kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol +9, tetapi Indonesia mencetak 11 gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia sembilan.
Menang 6-0, Malaysia Tetap Gagal ke Final
Drama tersebut menjadi salah satu cerita paling unik di FIFA ASEAN Cup 2026.
Malaysia sebenarnya mencatat kemenangan telak 6-0. Namun, produktivitas gol menjadi pembeda setelah mereka dan Indonesia memiliki poin serta selisih gol yang sama.
Kontroversi kemudian muncul terkait stoppage time pertandingan Indonesia vs Bangladesh. Tambahan waktu yang semula diumumkan dua menit berubah menjadi tujuh menit. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta FIFA memberikan klarifikasi mengenai perubahan tersebut.
FIFA sendiri mencatat dua gol pada masa tambahan waktu sebagai penentu kelolosan Indonesia.
Thailand Menunggu di Final
Setelah melewati thriller Grup A, Indonesia kini menghadapi tantangan berbeda: Thailand.
The War Elephants memastikan posisi teratas Grup B setelah mengalahkan Pakistan 4-0 dan Vietnam 2-0. Thailand kemudian kalah 1-2 dari Filipina, tetapi hasil tersebut tidak menggoyahkan posisi mereka di puncak klasemen.
Filipina unggul lebih dahulu melalui Bjorn Kristensen. Thailand sempat menyamakan skor lewat Iklas Sanron pada menit ke-55, sebelum Kristensen mencetak gol keduanya pada menit ke-68.
Dengan demikian, Indonesia vs Thailand mempertemukan dua juara grup dengan perjalanan yang kontras menuju final.
Indonesia vs Thailand: Duel Garuda dan Gajah Perang
Secara historis, Thailand merupakan salah satu lawan yang paling sering dihadapi Indonesia di Asia Tenggara.
Namun, statistik masa lalu tidak otomatis menentukan hasil final. Pertandingan 5 Oktober akan ditentukan oleh performa aktual kedua tim, game plan, efektivitas transisi, duel lini tengah, serta kemampuan memanfaatkan peluang.
Indonesia memiliki momentum luar biasa setelah mencetak tiga gol pada penghujung laga melawan Bangladesh. Di sisi lain, Thailand datang sebagai tim yang sudah lebih dahulu mengamankan tiket final setelah meraih dua kemenangan di Grup B.
Faktor game management akan menjadi menarik. Garuda harus mampu mempertahankan agresivitas tanpa kehilangan struktur ketika melakukan attacking transition. Thailand kemungkinan akan berusaha mengontrol tempo dan memaksa Indonesia bermain lebih sabar.
Mitchell Baker Jadi Ancaman Garuda
Nama Mitchell Baker menjadi salah satu sorotan utama menjelang final.
Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak lima gol ketika Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2. Gol-gol tersebut lahir pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.
Ketajamannya memberikan opsi penting bagi lini depan Garuda, tetapi Thailand tentu tidak hanya perlu mengantisipasi Baker.
Kunci lainnya adalah bagaimana Indonesia membangun chance creation dari lini tengah dan sayap. Jika suplai bola terputus, keunggulan individu penyerang akan sulit dimaksimalkan.
Indonesia vs Thailand: Jadwal dan Siaran Langsung
- Laga: Indonesia vs Thailand
- Tanggal: Senin, 5 Oktober 2026
- Venue: Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
- Kick-off: 20.00 WIB
- Status: Final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026
Bagi pembaca yang mencari siaran langsung Indonesia Thailand atau link live streaming Indonesia Thailand, pastikan menggunakan kanal resmi pemegang hak siar dan platform streaming resmi.
Satu Langkah menuju Trofi
Indonesia mencapai final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 dengan cara yang sulit dilupakan: tertinggal dalam persaingan produktivitas, melihat Malaysia menang besar, lalu mencetak dua gol pada injury time untuk membalikkan keadaan.
Kini tidak ada lagi hitung-hitungan selisih gol.
Indonesia vs Thailand di SUGBK akan menjadi duel langsung untuk menentukan juara Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.
Garuda sudah melewati drama paling gila di fase grup. Berikutnya, Gajah Perang menunggu di partai puncak.
(fifa/aff/afc/bernama/*/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


















































