Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, AQI Capai 487

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 23.12 WIB
kabut_asap_karhutla_selimuti_palangka_raya_aqi_capai_487

Kabut asap di Kota Palangka Raya. (foto: BPBD Palangka Raya/Mistar)

news_banner

Palangka Raya, MISTAR.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara memburuk dengan indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 487, yang tergolong berbahaya.

Data yang dipantau melalui situs Palangkaraya.go.id dan bersumber dari satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua, Rabu (19/8/2026) pukul 02.53 WIB menunjukkan tingginya tingkat pencemaran udara di wilayah tersebut.

Kabut asap yang semakin pekat juga memengaruhi jarak pandang. Visibilitas di sejumlah kawasan dilaporkan berada di kisaran 1,4 kilometer.

Memburuknya kualitas udara tidak terlepas dari tingginya aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang sama, terdapat 1.795 titik panas yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalteng.

Sebanyak 281 titik panas di antaranya berada di Kota Palangka Raya. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa.

"Dengan AQI yang mencapai 487, warga diminta sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat yang harus bepergian juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap," ujarnya.

BPBD turut mengingatkan warga agar tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan metode pembakaran. Pencegahan tersebut dinilai penting untuk menghindari munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya risiko karhutla.

"Petugas pemadam kebakaran dan tim penanganan karhutla juga terus disiagakan untuk menangani titik panas serta laporan kebakaran yang ditemukan di lapangan," katanya.

Sementara itu, BMKG Palangka Raya mencatat kondisi kualitas udara pada Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WIB berada pada kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 158,5 µg/m³.

Dengan kondisi udara yang masih buruk dan tingginya jumlah titik panas, masyarakat Palangka Raya diimbau mengutamakan keselamatan, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi dan imbauan resmi hingga kualitas udara kembali membaik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN