Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Yenny Wahid: Usai Muktamar Ke-35, PBNU Wajib Rekonsiliasi dan Satukan Faksi

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 21.09 WIB
yenny_wahid_usai_muktamar_ke35_pbnu_wajib_rekonsiliasi_dan_satukan_faksi_

Teks Foto: Tokoh perempuan NU Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid di Jombang, Jawa Timur. (Foto: Antara/HO-PBNU)

news_banner

Jombang, MISTAR.ID (19/8/2026) – Tokoh Nahdlatul Ulama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menegaskan rekonsiliasi harus segera dilakukan setelah Muktamar Ke-35 NU. Tujuannya untuk menyatukan seluruh kelompok yang mengalami gesekan internal.

"Siapa pun yang terpilih nanti, kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang kini terlibat dalam pertikaian," kata Yenny di Jombang, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026).

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menyebut muktamar tidak boleh hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan.

Muktamar harus menjadi momentum mengakhiri ketegangan dan memperkuat persatuan warga NU.

Yenny menilai kepengurusan PBNU hasil muktamar perlu segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi secara menyeluruh agar soliditas organisasi kembali terjaga.

Proses itu, kata dia, harus dilakukan tanpa mengutamakan kepentingan kelompok atau faksi tertentu.

Semua elemen NU diminta kembali berpegang pada prinsip dasar dan warisan para pendiri.

"Mengembalikan NU kembali ke khitahnya. Menjadikan Qanun Asasi sebagai prinsip dasar menjalankan Nahdlatul Ulama ke depan," ujarnya.

Yenny juga mengingatkan agar dinamika menjelang muktamar tidak melahirkan faksi-faksi baru yang justru memperpanjang ketegangan di internal NU.

"Jangan sampai muktamar hanya menghasilkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah muktamar seluruh warga NU bisa kembali berjalan bersama," katanya.

PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Pembukaan muktamar dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN