Bupati Taufik Buka Pesparani Katolik 2026, 250 Peserta Siap Berkompetisi

Pemukulan gong oleh Bupati Asahan sebagai pertanda dibukanya kegiatan Pesparani Katolik 2026. (Foto: Diskominfo Asahan/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID - Sebanyak 250 peserta meramaikan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik 2026 di Kabupaten Asahan. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan persaudaraan itu resmi dibuka Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin di SMA Panti Budaya Kisaran, Minggu (4/10/2026).
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi terselenggaranya Pesparani Katolik 2026. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kehidupan umat sekaligus memperkuat keharmonisan masyarakat yang beragam.
“Pesparani ini bukan hanya semata-mata pertandingan. Ini adalah kegiatan untuk menyatukan suara dalam memuji Tuhan. Melalui paduan suara, bagaimana kita menyatukan hati dalam seni memuji Tuhan, sehingga kasih yang ada di dalamnya dapat menyentuh hati setiap orang yang mendengarkannya,” ungkapnya.
Taufik juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kerukunan harus terus dipelihara melalui sikap saling menghormati antarumat beragama.
“Walaupun kita memiliki perbedaan, mari kita jadikan perbedaan itu menjadi kekuatan dan juga keindahan. Mari kita terus menjaga toleransi antarumat beragama,” pesannya.
Ia berharap umat beragama di Kabupaten Asahan tidak hanya menjalankan ajaran agamanya dengan baik, tetapi juga berperan aktif menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan masyarakat.
Ketua panitia Manosor Simanulang dalam keterangannya menyebutkan, kegiatan yang mengambil tema ‘Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama’ ini mengajak seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat iman serta persaudaraan.
“Kita diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki suara dan karakter yang berbeda. Namun, apabila semua suara disatukan dalam semangat kebersamaan, maka perbedaan tersebut justru dapat menghasilkan harmoni yang indah,” ujarnya.
Menurut Manosor, pelaksanaan Pesparani bertujuan meningkatkan kehidupan iman dan rohani umat Katolik, mengembangkan talenta dalam seni dan musik gerejani, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. (hm25)













































