Monday, August 10, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hingga Awal Agustus, Karhutla di Indonesia Tembus 107 Ribu Hektare

Mistar.idSenin, 10 Agustus 2026 pukul 16.50 WIB
hingga_awal_agustus_karhutla_di_indonesia_tembus_107_ribu_hektare_

Ilustrasi. (foto: Balai Besar TNBTS/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia hingga awal Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengendalikan kebakaran, baik melalui operasi udara maupun pengerahan satuan tugas di darat.

"Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia ini yang terbakar hutan terhitung 107.000 hektar lebih sampai dengan hari ini," ujar Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Dalam operasi udara, pemerintah menyiagakan sekitar 43 helikopter. Selain itu, sebanyak 10 hingga 15 pesawat jenis fixed-wing juga dapat dikerahkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Sementara di darat, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kekuatan yang tergabung dalam satuan tugas untuk menangani titik-titik karhutla.

Djamari menyebut operasi udara menjadi salah satu upaya yang dinilai efektif dalam penanganan karhutla. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan tujuan memicu terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Meski demikian, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

"Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi yaitu kita menemukan ada awan hujan, istilahnya awan hujan. Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," katanya.

Berdasarkan perkiraan pemerintah, peluang munculnya awan hujan diprediksi masih terbuka dalam beberapa hari ke depan hingga 18 Agustus 2026.

"Minggu-minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus itu ada tiga atau empat hari kemungkinan awan hujan ada. Kalau itu ada, itu memang mungkin anugrah yang diberikan kepada kita, mungkin menjelang 17 Agustus ini semoga itu akan keluar awan hujan itu," ucap Djamari.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN