Monday, August 10, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Gunung Bromo, 520 Hektare Terbakar

Mistar.idSenin, 10 Agustus 2026 pukul 07.49 WIB
helikopter_water_bombing_dikerahkan_padamkan_karhutla_di_gunung_bromo_520_hektare_terbakar

Ilustrasi helikopter water bombing berusaha memadamkan api (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Pemerintah mengerahkan helikopter water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Penggunaan helikopter tersebut difokuskan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit didatangi tim pemadam melalui jalur darat. Operasi udara akan dilakukan secara maksimal hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran di kawasan Bromo pada Minggu (9/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi pejabat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, serta sejumlah kepala daerah.

Beberapa titik api yang masih terbakar berada di kawasan Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Raja Juli mengatakan kondisi cuaca pada Minggu mendukung pelaksanaan pemadaman melalui udara. Kondisi tersebut memungkinkan helikopter beroperasi lebih lama dibandingkan hari sebelumnya ketika angin kencang dan kabut menghambat proses penyiraman.

"Kalau per hari ini, mereka sampai jam 17.00 WIB. Karena udara baik ini kan. Kalau kemarin sampai jam 13.30, sudah ada angin kencang, kembali kabut. Mulai hari ini cerah," ujar Raja Juli, dikutip dari detikJatim, Senin (10/8/2026).

Dalam kondisi cuaca yang ideal, satu helikopter water bombing disebut mampu melakukan penyiraman hingga sekitar 30 kali dalam sehari. Pemerintah pun membuka kemungkinan memperpanjang operasi apabila api belum sepenuhnya padam.

"Kalau belum padam, mungkin harus sampai padam," kata Raja Juli.

Luas Area Terbakar Capai 520 Hektare

Berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi, luas kawasan Gunung Bromo yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare.

Dari total tersebut, sekitar 300 hektare di antaranya terbakar pada malam sebelum peninjauan dilakukan.

Selain pemadaman melalui jalur darat dan udara, pemerintah juga membatasi aktivitas wisatawan dengan menutup empat akses menuju kawasan Bromo.

Empat akses yang ditutup berasal dari wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo. Penutupan diberlakukan sampai kondisi kebakaran dinyatakan aman dan batas waktu pembukaan kembali belum ditentukan.

Pemerintah bersama TNBTS, TNI, Polri, serta pemerintah daerah masih melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN