Indonesia vs China di Final Asian Games 2026: Jadwal, Susunan Pemain, dan Cara Nonton

Indonesia vs China di Final Asian Games 2026. (foto ilustrasi:logoasiangames2026/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/9/2026) — Indonesia tinggal selangkah lagi dari emas pertama Asian Games 2026. Namun, lawan di partai puncak bukan sembarang tim: China, juara bertahan yang datang dengan kekuatan penuh.
Final bulu tangkis beregu putra Indonesia vs China akan digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Kamis (24/9/2026) mulai pukul 14.00 WIB.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling penting bagi kontingen Merah Putih. Indonesia melaju ke final setelah mengalahkan Thailand 3-1, sedangkan China menyingkirkan India dengan skor yang sama.
Bagi Indonesia, taruhannya lebih besar dari sekadar medali. Kemenangan atas China akan menghadirkan emas pertama Indonesia di Asian Games 2026.
Indonesia vs China: Final yang Sarat Sejarah
Pertemuan ini mengingatkan pada final beregu putra Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Saat itu, China mengalahkan Indonesia 3-1.
Kini, delapan tahun berselang, kedua negara kembali bertemu di partai puncak.
Ada fakta menarik lain: Indonesia terakhir kali merebut emas beregu putra Asian Games pada 1998 di Bangkok. Artinya, jika berhasil menang di Aichi-Nagoya, Indonesia akan mengakhiri penantian panjang di nomor tersebut.
Susunan Pemain Indonesia vs China
Susunan pertandingan final yang diumumkan menempatkan Jonatan Christie sebagai tunggal pertama, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai ganda pertama, dan seterusnya. Indonesia dan China mempertahankan komposisi yang digunakan pada semifinal.
Berikut susunan pertandingan yang dijadwalkan:
Partai 1 – Tunggal Putra
Jonatan Christie vs Shi Yu Qi
Partai 2 – Ganda Putra
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang
Partai 3 – Tunggal Putra
Alwi Farhan vs Li Shi Feng
Partai 4 – Ganda Putra
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs He Ji Ting/Liu Yi
Partai 5 – Tunggal Putra
Moh. Zaki Ubaidillah vs Weng Hong Yang
Pertandingan berakhir ketika salah satu tim lebih dulu meraih tiga kemenangan.
Duel Pembuka: Jonatan Christie vs Shi Yu Qi
Partai pertama langsung mempertemukan dua pemain papan atas, Jonatan Christie dan Shi Yu Qi.
Rekor pertemuan memberi sedikit gambaran mengenai sengitnya duel ini. Ranking terbaru yang tersedia juga menempatkan Jonatan di posisi 1 dan Shi Yu Qi di posisi 6 dunia.
Jonatan juga memiliki pengalaman menghadapi tekanan pertandingan beregu. Namun, China memiliki keuntungan karena Shi Yu Qi merupakan salah satu pemain utama mereka dan berhasil menyumbang kemenangan pada semifinal melawan India.
Partai pertama bisa menjadi pembuka momentum, terutama karena kemenangan di awal akan memberikan tekanan kepada tim lawan.
Fajar/Fikri Punya Rekor Menarik
Di partai kedua, Indonesia mengandalkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang.
Secara head-to-head, Fajar/Fikri unggul 4-1 dalam lima pertemuan melawan Liang/Wang.
Duel ini menjadi salah satu titik penting final karena sektor ganda putra diperkirakan menjadi pertarungan ketat.
China sendiri tidak datang dengan pasangan sembarangan. Liang/Wang merupakan salah satu pasangan ganda putra papan atas dunia. Karena itu, rekor pertemuan tidak otomatis menjamin hasil pertandingan.
Alwi Farhan vs Li Shi Feng, Duel yang Bisa Jadi Penentu
Jika pertandingan berlanjut ke partai ketiga, perhatian akan tertuju kepada Alwi Farhan vs Li Shi Feng.
Rekor pertemuan keduanya masih imbang 1-1. Pertemuan terakhir pada Swiss Open 2026 dimenangi Alwi dengan skor 21-10, 21-19.
Alwi juga menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Indonesia ke final. Saat menghadapi Thailand di semifinal, ia menyumbang poin setelah mengalahkan Puritat Arree dua gim langsung, 21-15, 21-13.
Jika kedudukan sama kuat setelah dua partai, laga Alwi-Li berpotensi menjadi titik balik final.
Leo/Daniel Siap Jadi Pengunci
Partai keempat mempertemukan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dengan He Ji Ting/Liu Yi.
Berbeda dengan dua pasangan sebelumnya, kedua ganda ini belum memiliki catatan pertemuan karena pasangan China tersebut merupakan kombinasi baru.
Namun, He/Liu bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka membantu China menembus final setelah mengalahkan pasangan India Hariharan Amsakarunan/M.R. Arjun dalam semifinal.
Leo/Daniel sendiri menjadi penentu tiket final Indonesia. Mereka mengalahkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga dua gim langsung di semifinal.
Zaki Ubaidillah Bisa Menghadapi Tekanan Terbesar
Jika final harus ditentukan melalui partai kelima, Indonesia akan menurunkan Moh. Zaki Ubaidillah melawan Weng Hong Yang.
Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua pemain. Secara peringkat, Weng berada di posisi 22 dunia, sedangkan Zaki di posisi 28.
Bagi Zaki, partai kelima tentu menjadi ujian besar karena seluruh hasil pertandingan sebelumnya akan menentukan konteks laga tersebut.
Menariknya, Zaki sudah menunjukkan ketenangan dalam pertandingan beregu Asian Games. Saat melawan Malaysia di perempat final, ia menjadi pemain yang memastikan kemenangan Indonesia dengan mengalahkan Eugene Ewe dua gim langsung.
Fakta Menarik: China Sudah Menunggu Emas, Indonesia Mengejar Emas Pertama
China datang sebagai juara bertahan nomor beregu putra. Indonesia justru sedang mengejar emas pertamanya di Asian Games 2026.
Perbedaan konteks itu membuat final kali ini menarik. China membawa pengalaman dan status juara bertahan, sementara Indonesia datang setelah melewati laga ketat melawan Malaysia dan Thailand.
Indonesia bahkan harus bermain sampai partai kelima saat menghadapi Malaysia di perempat final sebelum menang 3-2. Di semifinal, Merah Putih kemudian mengalahkan Thailand 3-1.
Cara Nonton Indonesia vs China
Final beregu putra Indonesia vs China berlangsung:
- Hari/tanggal: Kamis, 24 September 2026
- Waktu: 14.00 WIB
- Venue: Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang
- Live streaming: Vidio
- Siaran TV: perlu konfirmasi pemegang hak siar
Peluang Emas Indonesia Ada di Lima Partai
Final ini bukan hanya pertarungan dua negara dengan tradisi kuat di bulu tangkis. Bagi Indonesia, pertandingan ini juga menjadi kesempatan membuka keran emas Asian Games 2026.
Rekor head-to-head memberikan beberapa catatan menarik—Jonatan unggul atas Shi Yu Qi, Fajar/Fikri memiliki rekor positif atas Liang/Wang, sedangkan Alwi dan Li masih imbang. Tetapi statistik masa lalu tidak menentukan hasil pertandingan hari ini.
Pada akhirnya, Indonesia hanya membutuhkan tiga kemenangan untuk membawa pulang emas.
Dan dengan format beregu yang bisa selesai dalam tiga hingga lima partai, setiap poin sejak Jonatan Christie turun ke lapangan akan memiliki arti besar.
(aiscore/asiangames2026/badmintonasia/*/hm27)









































