Friday, September 25, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Indonesia Naik ke Peringkat 21 Asian Games 2026, tapi Emas Belum Datang

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 14.46 WIB
indonesia_naik_ke_peringkat_21_asian_games_2026_tapi_emas_belum_datang

Indonesia Naik ke Peringkat 21 Asian Games 2026, tapi Emas Belum Datang. (foto ilustrasi:tangkapan layar resultasiangames2026/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/9/2026) — Indonesia mulai merangkak naik di klasemen medali Asian Games 2026. Namun, ada satu masalah yang belum terpecahkan: kolom emas masih kosong.

Kontingen Indonesia naik ke peringkat 21 klasemen Asian Games 2026 pada Kamis (24/9/2026). Pergerakan ini terjadi setelah tim menembak putra merebut medali perak pada nomor 10 meter air pistol beregu.

Hingga pembaruan siang hari, Indonesia mengoleksi 17 medali, terdiri dari 2 perak dan 15 perunggu, tetapi belum satu pun emas. Sebelumnya, Merah Putih berada di posisi ke-23 dengan 1 perak dan 15 perunggu.

Kenaikan peringkat tersebut memang menjadi kabar positif. Namun, jumlah medali belum otomatis menggambarkan posisi Indonesia secara utuh. Di klasemen Asian Games, emas menjadi penentu utama urutan negara.

Perak dari Menembak Bawa Indonesia Naik Dua Posisi

Medali perak terbaru Indonesia datang dari Muhammad Iqbal Raia Prabowo, Wira Sukmana, dan Sulthanul Aulia pada nomor 10 meter air pistol beregu putra.

Indonesia mengumpulkan skor 1.743 poin dengan 57 tembakan tepat di lingkaran terdalam (57x). Menariknya, China yang merebut emas juga mencatat total skor 1.743, tetapi unggul dalam inner ten dengan 70x. Jepang meraih perunggu dengan 1.730 poin dan 54x.

Fakta menarik: perbedaan emas dan perak pada nomor ini bukan total skor, melainkan presisi tembakan di area terdalam. Selisih detail tersebut menentukan siapa yang berdiri di podium teratas.

Daftar Medali Indonesia Hari Ini

Selain perak dari menembak, Indonesia juga menambah perunggu dari sejumlah cabang olahraga.

Pada pagi hari, Herlin Aprilin Lali merebut perunggu dari nomor women's canoe single 200 meter. Sayu Bella Sukma Dewi kemudian finis ketiga pada women's cross-country balap sepeda gunung.

Perunggu lainnya datang dari tim putra sepak takraw, yang kalah 1-2 dari Malaysia pada semifinal.

Dengan tambahan tersebut, koleksi Indonesia menjadi semakin tersebar di berbagai cabang olahraga. Ini menunjukkan Merah Putih cukup sering menembus podium, tetapi masih kesulitan mengubah peluang tersebut menjadi emas.

Wushu Jadi Salah Satu Penyumbang Perunggu Terbesar

Salah satu cabang yang paling banyak menyumbang medali Indonesia sejauh ini adalah wushu.

Beberapa atlet wushu Indonesia berhasil mengamankan perunggu dari nomor taolu dan sanda. Sebelumnya, Seraf Naro Siregar dan Eugenia Diva Widodo juga menyumbang perunggu untuk Merah Putih.

Namun, pola yang terlihat cukup jelas: medali Indonesia lebih banyak terkonsentrasi pada perak dan perunggu, sementara emas belum kunjung datang.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah negara lain sudah lebih dahulu mengumpulkan emas. Pada pembaruan sebelumnya, Thailand bahkan telah mengoleksi lima emas, sedangkan Malaysia dan beberapa negara ASEAN lainnya juga sudah membuka keran emas.

Target Empat Emas Masih Terbuka

Indonesia tidak sekadar mengejar posisi di klasemen. Kontingen Merah Putih memasang target empat medali emas pada Asian Games 2026.

Peluang untuk membuka keran emas masih tersedia. Salah satu yang paling dinantikan adalah final bulu tangkis beregu putra Indonesia melawan China pada Kamis (24/9/2026).

Tim putra Indonesia sebelumnya memastikan tiket final setelah mengalahkan Thailand 3-1 di semifinal. Hasil tersebut sekaligus menjamin setidaknya medali perak dan membuka peluang Indonesia mendapatkan emas pertamanya.

Selain bulu tangkis, peluang juga masih terbuka dari sejumlah nomor di cabang olahraga lain yang berlangsung sepanjang Asian Games 2026.

Bukan Minim Medali, tetapi Belum Menjadi Juara

Jika melihat total perolehan, Indonesia sebenarnya sudah mengumpulkan cukup banyak medali. Masalah utamanya justru terletak pada konversi podium menjadi kemenangan.

Perunggu berarti masuk tiga besar. Perak menunjukkan atlet hanya berjarak satu tingkat dari emas. Tetapi dalam klasemen Asian Games, tambahan perunggu tidak akan memberikan dampak sebesar emas.

Itulah sebabnya kenaikan Indonesia ke posisi 21 belum menghilangkan tekanan. 17 medali sudah terkumpul, tetapi target empat emas masih jauh dari terwujud karena kolom emas masih nol.

Perburuan Emas Jadi Fokus Berikutnya

Asian Games 2026 masih berlangsung hingga 4 Oktober, sehingga peluang Indonesia belum berakhir.

Kenaikan dari posisi 23 ke 21 menunjukkan Indonesia mulai bergerak. Namun, lompatan yang lebih berarti di klasemen akan sangat bergantung pada kemampuan kontingen Merah Putih memenangkan final dan mengubah peluang podium menjadi emas.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia mampu menambah medali.

Pertanyaan terbesarnya: siapa yang akan menjadi penyumbang emas pertama Indonesia di Asian Games 2026?

(asiangames2026/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN