Denza Jadi Danza! NJKB Mobil Malah Turun Ratusan Juta, Apa Artinya?

Denza Jadi Danza! NJKB Mobil Malah Turun Ratusan Juta, Apa Artinya? (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/10/2026) — Satu huruf berubah, tetapi ceritanya panjang. Denza kini resmi menjadi Danza di Indonesia, setelah sengketa merek yang melibatkan BYD berujung hingga Mahkamah Agung (MA).
Perubahan nama ini berlaku mulai 1 Oktober 2026. Menariknya, bersamaan dengan munculnya identitas baru tersebut, data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) untuk sejumlah model Danza justru tercatat lebih rendah dibanding pencatatan Denza sebelumnya.
Namun, jangan buru-buru menyimpulkan harga mobil Danza turun ratusan juta. NJKB bukan harga jual mobil di dealer atau harga OTR.
Lantas, mengapa Denza berubah menjadi Danza dan apa dampaknya bagi konsumen?
Denza Jadi Danza Setelah Kalah Sengketa Merek
Pergantian nama Danza tidak lepas dari sengketa kepemilikan merek Denza di Indonesia.
PT Worcas Nusantara Abadi (WNA) tercatat lebih dahulu mendaftarkan merek Denza pada 3 Juli 2023 untuk kelas 12, yang mencakup kendaraan. Sementara BYD baru mengajukan pendaftaran merek Denza pada 8 Agustus 2024.
BYD kemudian menggugat kepemilikan merek tersebut ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Namun, gugatan itu ditolak pada April 2025.
BYD melanjutkan perkara ke tingkat kasasi. Hasilnya, MA melalui Putusan Nomor 1338 K/Pdt.Sus-HKI/2025 menolak kasasi BYD dan mengabulkan permohonan kasasi PT WNA. Dalam perkara tersebut juga disebutkan bahwa kepemilikan merek Denza telah beralih kepada pihak lain.
Setelah upaya hukum tersebut kandas, BYD akhirnya menggunakan nama baru.
Danza Sudah Disiapkan Sebelum Nama Denza Ditinggalkan
Menariknya, Danza bukan nama yang muncul mendadak.
BYD telah mengajukan pendaftaran merek Danza di Indonesia pada 11 Agustus 2025, dan permohonan tersebut kemudian dipublikasikan pada September 2025.
Langkah tersebut menunjukkan BYD sudah menyiapkan identitas alternatif untuk pasar Indonesia sebelum nama Denza benar-benar ditanggalkan.
Mulai 1 Oktober 2026, nama Danza pun resmi digunakan sebagai identitas baru merek premium BYD di Indonesia. BYD menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan mobilitas premium di Tanah Air.
NJKB Danza Lebih Murah, Tapi Bukan Berarti Harga Mobil Turun
Bagian lain yang tak kalah menarik muncul dari data NJKB.
Untuk MRE-FWD, misalnya, pencatatan dengan nama Denza menunjukkan NJKB Rp765 juta. Sementara model dengan kode yang sama di bawah nama Danza tercatat Rp537 juta.
Pada MRE-AWD, NJKB Denza tercatat Rp931 juta, sedangkan Danza Rp585 juta. Artinya, secara pencatatan NJKB terdapat selisih sekitar Rp228 juta untuk MRE-FWD dan Rp346 juta untuk MRE-AWD.
Angka tersebut memang menarik, tetapi tidak tepat jika langsung diberitakan sebagai penurunan harga mobil.
Data Permendagri 2026 menunjukkan entri Danza berkode MRE memiliki NJKB lebih rendah daripada entri Denza berkode sama, tetapi perbedaan tersebut tidak dapat diartikan sebagai penurunan harga mobil tanpa mengetahui detail konfigurasi dan parameter administrasi masing-masing entri.
NJKB merupakan nilai yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak kendaraan, bukan harga OTR yang dibayar konsumen.
Karena itu, data tersebut belum bisa menjadi dasar untuk menyebut harga Danza di dealer turun ratusan juta rupiah.
Justru yang menarik adalah pertanyaan berikutnya: mengapa kode model yang sama tercatat dengan NJKB berbeda ketika mereknya berubah dari Denza menjadi Danza?
Tanpa penjelasan resmi mengenai detail konfigurasi, spesifikasi, tahun pencatatan atau faktor penentu NJKB tersebut, angka itu sebaiknya dibaca sebagai data administrasi kendaraan, bukan daftar harga baru Danza.
Danza Bukan Sekadar Ganti Nama
Bagi konsumen, perubahan merek tentu menimbulkan pertanyaan lain: bagaimana nasib mobil Denza yang sudah dibeli?
BYD Indonesia memastikan perubahan identitas menjadi Danza tidak mengubah komitmen perusahaan terhadap konsumen. Perusahaan menyatakan standar kualitas pelayanan dan kepercayaan pelanggan tetap dipertahankan.
Artinya, perubahan yang terjadi terutama berada pada identitas merek di Indonesia, bukan pengumuman bahwa kendaraan Denza yang sudah dimiliki konsumen berubah menjadi produk baru.
Danza Langsung Siapkan Model Baru
Pergantian nama juga tidak berdiri sendiri.
Setelah menggunakan identitas Danza, BYD bersiap memperluas portofolio mobil premium di Indonesia. Danza juga tengah menyiapkan perluasan portofolio premium, dengan sejumlah model seperti B5, N9, dan Z9 GT disebut-sebut untuk pasar Indonesia.
Dengan demikian, Danza tampaknya bukan sekadar "nama pengganti" akibat sengketa merek. BYD justru memanfaatkannya sebagai identitas baru untuk melanjutkan ekspansi di segmen premium.
Denza vs Danza, Apa yang Berubah?
Secara sederhana, ada tiga hal utama.
Pertama, nama merek. Denza yang digunakan sebelumnya kini menjadi Danza di Indonesia.
Kedua, dasar hukum penggunaan merek. Pergantian tersebut berkaitan erat dengan sengketa pendaftaran merek Denza yang berakhir setelah kasasi BYD ditolak MA.
Ketiga, ekspansi produk. Danza tetap membawa lini kendaraan premium BYD dan bersiap menghadirkan model-model baru.
Sementara itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan NJKB yang lebih rendah otomatis berarti harga jual Danza lebih murah.
Jadi, jika melihat angka Rp537 juta atau Rp585 juta, jangan langsung menganggap itulah harga Danza di showroom.
Satu Huruf Berubah, Strategi BYD Tetap Berjalan
Perubahan Denza menjadi Danza memperlihatkan bagaimana sengketa merek dapat berdampak langsung pada strategi sebuah merek otomotif global di pasar lokal.
BYD kehilangan pertarungan untuk mempertahankan nama Denza di Indonesia, tetapi sudah menyiapkan identitas baru sebelum nama tersebut ditinggalkan.
Kini pertanyaannya bukan lagi mengapa Denza berubah menjadi Danza.
Pertanyaan yang lebih menarik adalah: apakah Danza mampu mempertahankan posisi Denza sekaligus memperluas pasar mobil premium BYD di Indonesia?
(detikoto/denza/hulumonline/dgip/jdihbpk/scribd/*/hm27)
















































