Monday, August 24, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Kawasan Ruko yang Terbakar di Siantar Pernah Jadi Lokasi Syuting Film "3 Nafas Likas"?

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 16.59 WIB
kawasan_ruko_yang_terbakar_di_siantar_pernah_jadi_lokasi_syuting_film_3_nafas_likas

Seorang petugas Damkar berupaya memadamkan api (kiri) dan tangkapan layar film you tube "3 Nafas Likas". (foto:dokumen/yt@kumpulanfilm/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (24/8/2026) — Kebakaran menghanguskan lima rumah toko (ruko) di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sabtu (22/8/2026) malam.

Api dilaporkan berkobar menjelang tengah malam dan baru berhasil dipadamkan sekitar tiga jam kemudian setelah belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di balik peristiwa kebakaran itu, muncul kembali informasi menarik mengenai kawasan Jalan Bandung yang dikaitkan dengan film biografi Indonesia, 3 Nafas Likas.

Film yang dibintangi Atiqah Hasiholan dan Vino G. Bastian tersebut memang menjalani proses produksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada 2014. Bahkan, pemberitaan saat itu menyebut Siantar sebagai salah satu kawasan yang berkaitan dengan aktivitas syuting.

Namun, apakah lima ruko yang terbakar di Jalan Bandung merupakan lokasi pengambilan gambar 3 Nafas Likas?

Kebakaran Hanguskan Lima Ruko di Jalan Bandung

Kebakaran terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.49 WIB. Api kemudian membesar dan menjalar ke beberapa ruko yang berdiri berdekatan.

Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar yang dikutip ANTARA menyebut lima ruko terbakar. Sebanyak 15 unit mobil pemadam dari Pemkot Pematangsiantar, Pemkab Simalungun, Brimob dan PT STTC dikerahkan untuk mengatasi kobaran api.

Ruko-ruko tersebut digunakan untuk berbagai usaha, antara lain perabot rumah tangga dan toko yang menjual barang seperti karpet, busa serta material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.

Laporan lain menyebut lima bangunan yang terdampak berada di nomor 63, 65, 67, 69 dan 71 Jalan Bandung. Dugaan awal sempat mengarah pada arus pendek listrik, tetapi penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.

Keterangan gambar: Tangkapan layar film you tube "3 Nafas Likas". (foto:yt@kumpulanfilm/mistar)

Jejak 3 Nafas Likas di Sumatera Utara

Jauh sebelum kebakaran terjadi, kawasan Sumatera Utara menjadi bagian penting dari produksi 3 Nafas Likas.

Film arahan sutradara Rako Prijanto itu mulai menjalani syuting pada 26 April 2014. Proses produksi berlangsung sekitar dua bulan dan mengambil lokasi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, selain Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Pemberitaan KapanLagi pada Mei 2014 menyebut hampir 80 persen pembuatan film dilakukan di beberapa lokasi di Sumatera Utara. Dalam laporan tersebut, Vino G. Bastian juga menyebut Siantar dalam pembicaraan mengenai lokasi syuting dan antusiasme warga terhadap produksi film tersebut.

Artinya, hubungan 3 Nafas Likas dengan Sumatera Utara dan aktivitas syuting di kawasan Siantar memang memiliki dasar pemberitaan.

Akan tetapi, hal itu belum otomatis membuktikan bahwa ruko-ruko di Jalan Bandung yang terbakar pada 2026 merupakan lokasi syuting film tersebut.

Apakah Ruko yang Terbakar Pernah Jadi Lokasi Syuting?

Dari penelusuran sejumlah arsip pemberitaan mengenai proses produksi 3 Nafas Likas, lokasi yang disebut antara lain Bakkara, Dolok Sanggul, Berastagi, Kabanjahe, Tebing Tinggi, Pamah Semilir dan Medan. ANTARA juga mencatat sejumlah lokasi pengambilan gambar seperti Sembahe, Desa Dokan Kabanjahe, Namo Sira-sira, Berastagi, Dolok Sanggul, Kesawan dan Lapangan Merdeka Medan.

Sementara itu, pemberitaan KapanLagi secara spesifik menyebut adanya set di Siantar dan Tebing Tinggi ketika mengulas antusiasme warga terhadap proses syuting.

Sinopsis 3 Nafas Likas

3 Nafas Likas merupakan film biografi yang mengangkat perjalanan hidup Likas Gintings, perempuan Karo yang merupakan istri Letnan Jenderal Djamin Gintings.

Atiqah Hasiholan memerankan Likas, sementara Vino G. Bastian berperan sebagai Djamin Gintings. Film tersebut mengisahkan perjalanan Likas sejak masa kecil hingga memasuki usia lanjut, dengan latar waktu yang membentang dari era 1930-an hingga sekitar tahun 2000.

Sejak kecil, Likas digambarkan sebagai perempuan yang berani dan memiliki keinginan kuat untuk memperoleh pendidikan.

Keinginannya untuk bersekolah dan menjadi guru menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia kemudian bertemu Djamin Gintings, seorang tentara yang kelak menjadi suaminya.

Pernikahan tersebut membawa Likas memasuki kehidupan yang penuh perubahan. Ia harus menghadapi situasi perang, perpindahan tempat, tugas sang suami hingga berbagai persoalan kehidupan keluarga.

Kisah Likas kemudian berkembang menjadi perjalanan seorang perempuan yang mampu bertahan menghadapi kehilangan dan perubahan zaman.

Film ini tidak hanya berkisah mengenai hubungan Likas dan Djamin Gintings, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Likas membangun kehidupan dan perannya sendiri.

Tiga Napas, Tiga Janji dalam Kehidupan Likas

Judul 3 Nafas Likas merujuk pada tiga janji yang menjadi pegangan dalam perjalanan hidup tokoh utama.

Kisahnya bergerak melewati sejumlah periode penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa kolonial, pergolakan revolusi dan perjuangan kemerdekaan hingga kehidupan Indonesia pada era berikutnya.

Karena rentang waktu tersebut sangat panjang, perubahan usia dan kehidupan Likas menjadi salah satu daya tarik utama film.

Atiqah Hasiholan bahkan harus memerankan Likas dalam rentang usia yang jauh berbeda. Dalam wawancara saat film dirilis, ia menyebut perannya membawanya menjelajahi sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Fakta Menarik: Produksi Film Berusaha Menghidupkan Sumatera Utara Masa Lalu

Salah satu tantangan terbesar 3 Nafas Likas adalah menghadirkan kembali suasana Sumatera Utara pada masa lalu.

Sutradara Rako Prijanto mengatakan produksi menggunakan CGI dalam jumlah cukup besar untuk membantu mengembalikan tampilan lingkungan sesuai periode cerita, termasuk menghilangkan elemen modern seperti tiang listrik, trotoar dan parabola dari sejumlah adegan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa lokasi bukan sekadar latar dalam film.

Tim produksi melakukan riset untuk mendapatkan kesesuaian budaya, tempat, adat istiadat, busana dan properti dengan periode sejarah yang digambarkan.

Dengan kata lain, ketika sebuah kawasan di Sumatera Utara digunakan sebagai lokasi syuting, lingkungan fisiknya turut menjadi bagian dari upaya merekonstruksi masa lalu ke layar lebar.

Siantar dan Memori Sinema

Di sinilah keterkaitan antara kebakaran Jalan Bandung dan 3 Nafas Likas menjadi menarik.

Sebuah kawasan pertokoan pada umumnya dipandang dari fungsi ekonominya. Di dalamnya terdapat toko, tempat usaha, gudang dan ruang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Namun, ruang kota juga dapat menyimpan memori.

Ketika sebuah kawasan pernah digunakan dalam produksi film, tempat tersebut berpotensi memiliki nilai dokumenter tambahan. Foto, rekaman video, adegan film dan kesaksian kru dapat menjadi bagian dari sejarah visual sebuah kota.

3 Nafas Likas sendiri berusaha membawa kehidupan dan budaya Sumatera Utara ke layar dengan pendekatan yang cukup serius terhadap lokasi dan suasana zamannya.

Karena itu, jika nantinya dapat dikonfirmasi bahwa ruko di Jalan Bandung memang pernah digunakan untuk syuting, kebakaran tersebut tidak hanya menyisakan kerugian material.

Peristiwa itu juga berpotensi menghilangkan salah satu jejak fisik dari perjalanan produksi film Indonesia di Pematangsiantar.

Tetapi untuk saat ini, kesimpulan tersebut masih membutuhkan bukti tambahan.

Bukan Sekadar Cerita tentang Kebakaran

Kebakaran lima ruko di Jalan Bandung menjadi peristiwa penting bagi para pemilik usaha yang kehilangan tempat dan barang dagangan.

Di sisi lain, munculnya kembali cerita mengenai 3 Nafas Likas membuka perspektif berbeda tentang bagaimana sebuah ruang perkotaan dapat menyimpan sejarah yang lebih panjang daripada fungsi bangunannya.

Yang sudah dapat dipastikan adalah Pematangsiantar memiliki keterkaitan dengan aktivitas syuting 3 Nafas Likas berdasarkan pemberitaan produksi pada 2014. Yang belum terkonfirmasi adalah apakah deretan ruko yang terbakar pada 22 Agustus 2026 merupakan lokasi pengambilan gambar film tersebut.

Jika arsip produksi atau kesaksian pelaku film nantinya mengonfirmasi titik tersebut, kisah Jalan Bandung akan memiliki lapisan sejarah baru—sebagai kawasan perdagangan yang pernah bersinggungan dengan produksi salah satu film biografi Indonesia tentang tokoh perempuan Karo.

Untuk sementara, fakta tersebut layak ditempatkan sebagai jejak yang menarik untuk ditelusuri, bukan sebagai kepastian yang belum memiliki bukti dokumenter.

(berbagaisumber/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN