QRIS Capai 90,35 Persen di Sumut, UMKM Medan Sebut Tak Dongkrak Pembeli

Ilustrasi penggunaan pembayaran menggunakan metode QRIS. (Foto:dokumen Jalin/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (24/8/2026) — Rasio pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyentuh angka 90,35 persen.
Meski terobosan teknologi ini termasuk tinggi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan mengaku ketersediaan fasilitas QRIS di lapak mereka tidak serta-merta mendongkrak pembeli maupun omzet, melainkan murni dinikmati sebagai fasilitas yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan dalam memproses transaksi pembayaran sehari-hari.
Salah seorang pemilik usaha makanan rumahan, Zahwa, mengaku penggunaan QRIS cukup membantu proses pembayaran menjadi lebih mudah.
"Sebenarnya biar lebih mudah aja, dulu pembayaran cuma bisa transfer. Tapi, transfer atau top-up ke dompet digital kan ada adminnya, jadi itu pertimbangan kenapa membuat QRIS untuk usaha saya," katanya kepada MISTAR, Senin (24/8/2026).
Sejak menggunakan QRIS, ia mengaku bahwa pembeli tidak mengalami lonjakan. Tetap ada pelanggan setia yang selalu membeli.
"Namanya usaha, pasti ada up and down-nya. Kadang banyak (pembeli), kadang sedikit. Tapi penggunaan QRIS lebih ke memudahkan pembeli aja, gak berpengaruh ke penambahan pembeli. Selain itu, gak harus bingung mikirin kembalian. Misalnya uangnya Rp20.000, tapi belanjanya Rp17.000 jadi saya harus memikirkan kembalian Rp3.000. Nah, sejak pakai QRIS, saya gak repot mikir kembalian," ujarnya menjelaskan.
Kemudian, pemilik salah satu pet shop di Jalan Kapten Muslim, Cherryl, juga mengatakan penggunaan QRIS memudahkan pembayaran bagi pembeli.
"Biasanya anak-anak muda yang pakai QRIS, 'Kak, pakai QRIS ya, soalnya gak ada uang cash'. Tapi masih ada juga yang transaksi pakai cash," ujarnya.
Ia juga mendapati beberapa pembeli harus menarik uang untuk membayar atau bahkan tidak jadi membeli saat QRIS bermasalah.
"Ada yang gak jadi beli, gak ada uang cash dia cuma bisa QRIS. Ada juga yang harus ambil uang dulu. Tapi gak memengaruhi sedikit banyaknya pembeli, sejauh ini masih biasa saja," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Danantara Siapkan Single Grading System untuk Seluruh BUMN























