Stasiun Rampah Layani 34.632 Pelanggan hingga Juli 2026, Naik 24 Persen

Stasiun Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai layani 34.632 pelanggan atau naik 24 persen pada periode Januari hingga Juni 2026. (Foto:dokumen KAI Divre I Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (24/8/2026) — Stasiun Rampah yang berada di Kabupaten Serdang Bedagai membuktikan peran yang krusial sebagai saksi bisu sejarah panjang perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara (Sumut) sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1903.
Sempat vakum pada puncak pandemi COVID-19, stasiun ini kembali bangkit sepenuhnya dan tumbuh menjadi simpul utama pergerakan masyarakat setempat.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pergerakan pelanggan kereta api di stasiun ini mengalami kenaikan dalam tiga tahun terakhir.
Sepanjang Januari hingga Juli 2024, stasiun ini melayani 16.668 pelanggan. Angka tersebut kemudian mengalami kenaikan sebesar 68 persen menjadi 28.041 pelanggan pada periode yang sama di tahun 2025.
Tren ini terus berlanjut pada Januari hingga Juli 2026, di mana volume penumpang tumbuh 24 persen hingga 34.632 pelanggan.
"Pertumbuhan ini merupakan indikator kuat bahwa layanan kereta api semakin dipercaya oleh masyarakat. Kereta api dinilai sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, mengutamakan keselamatan, dan memiliki akurasi waktu yang presisi untuk mendukung kelancaran mobilitas harian warga," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Saat ini, Stasiun Rampah bukan cuma melayani operasional naik-turun penumpang reguler untuk Kereta Api (KA) Putri Deli dan KA Siantar Ekspres, tetapi juga melayani operasional KA Sribilah Fakultatif rute Medan–Rantauprapat pulang pergi saat jadwal fakultatif diberlakukan.
Stasiun Rampah mulai beroperasi pada 1903, bertepatan dengan besarnya perluasan jaringan rel oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).
DSM adalah perusahaan kereta api swasta era Hindia Belanda. Pada masa kolonial awal abad ke-20, pembangunan jalur rel di kawasan Sei Rampah difungsikan secara khusus untuk mendukung kelancaran distribusi hasil komoditas perkebunan menuju dermaga Pelabuhan Belawan.
Seiring berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan penataan daerah, fungsi Stasiun Rampah bertransformasi menjadi pilar utama mobilitas publik dan penyokong vital bagi aksesibilitas sektor pariwisata dan pengembangan potensi ekonomi daerah di Kabupaten Serdang Bedagai.
Anwar menjelaskan, sejak awal berdiri, kereta api selalu mempunyai keterikatan historis yang erat dengan laju pertumbuhan wilayah di Sumut.
"KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk secara berkelanjutan memperkuat dan meningkatkan standar kualitas pelayanan di Stasiun Rampah agar dapat selaras dengan kebutuhan pengguna jasa," ucapnya.
Anwar menekankan, tingginya kepercayaan masyarakat adalah motivasi utama bagi KAI untuk terus berinovasi. Pihaknya bertekad memastikan Stasiun Rampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turunnya penumpang, melainkan menjadi simpul perjalanan nyaman yang mampu memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus mendukung kemajuan potensi wisata, kelestarian budaya, dan roda perekonomian di Kabupaten Serdang Bedagai. (hm27)
























