Monday, August 24, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polres Dairi Salurkan 172 Ton Jagung ke Bulog, Klaim Tak Ambil Untung

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 16.47 WIB
polres_dairi_salurkan_172_ton_jagung_ke_bulog_klaim_tak_ambil_untung

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan saat panen perdana jagung program Ketapang Bumdes Kalang Simbara binaan Polres Dairi. (foto: Dok Humas Polres Dairi/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID - Polres Dairi telah menjual sebanyak 172 ton jagung pipil kepada Perum Bulog Kantor Cabang Kabanjahe melalui program Ketahanan Pangan Polri sepanjang 2025 hingga 2026. Polres mengklaim tidak memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.

Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan seluruh jagung yang dijual ke Bulog tersebut sebelumnya dibeli dari masyarakat.

“Pada tahun 2025 sebanyak 67 ton, dan Februari 2026 sebanyak 105 ton. Seluruhnya jagung tersebut dibeli dari masyarakat,” kata Syahril saat dikonfirmasi Mistar melalui telepon dan WhatsApp, Senin (24/8/2026).

Menurut Syahril, harga pembelian jagung dari masyarakat disesuaikan dengan kadar air. Untuk jagung dengan kadar air 14 persen ke bawah, harganya Rp6.400 per kilogram.

Ia mengatakan Polres Dairi tidak memiliki target penyerapan maupun penjualan jagung. Polres juga tidak memiliki lahan sendiri, tetapi melakukan pembinaan kepada petani untuk menanam jagung dan menjual hasil panennya ke Bulog.

Ketika ditanya mengenai sumber dana yang digunakan untuk membeli jagung dari masyarakat, termasuk apakah menggunakan uang negara, Syahril tidak bersedia menjelaskannya.

“Itu sudah dijawab. Itulah yang ada dijawab. Tidak ada mendapat untung, hanya seri,” katanya.

Syahril mengklaim Polres Dairi tidak memperoleh keuntungan dari penjualan jagung tersebut. Menurutnya, salah satu penyebabnya karena jagung yang diterima dari petani rata-rata memiliki kadar air lebih dari 14 persen.

Program Ketahanan Pangan Polri merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap kebijakan Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan kemandirian pangan nasional.

Sebelumnya, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Kabanjahe, Glen Dedi M Simanjuntak, mengatakan penyerapan jagung Bulog dari Kabupaten Dairi sepanjang 2025 hingga 2026 masih belum signifikan jika dibandingkan luas panen jagung di daerah tersebut.

“Jagung yang diserap oleh Bulog dari Dairi sepanjang tahun 2025 sampai dengan 2026 belum begitu banyak dan tidak signifikan terhadap luasan panen jagung di Dairi,” kata Glen.

Menurut Glen, volume penyerapan tersebut masih relatif kecil dibandingkan produksi jagung Kabupaten Dairi yang mencapai puluhan ribu ton.

“Itulah kalau dibandingkan dengan luasan panen jagung di Dairi, kan belum signifikan, karena hasil panen jagung di Dairi puluhan ribu ton,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN