Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Studi: Kesehatan Otak Masih Bisa Ditingkatkan Meski Usia Bertambah

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB
studi_kesehatan_otak_masih_bisa_ditingkatkan_meski_usia_bertambah

Ilustrasi. (foto: istockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Bertambahnya usia sering dikaitkan dengan menurunnya kemampuan otak dalam mengingat, berkonsentrasi, dan mengelola berbagai aktivitas. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu bersifat permanen.

Riset yang berlangsung selama tiga tahun terhadap hampir 4.000 orang berusia 19 hingga 94 tahun menemukan bahwa kesehatan otak masih dapat dikembangkan, termasuk pada mereka yang telah memasuki usia lanjut.

Penelitian dari University of Texas at Dallas itu menunjukkan sejumlah aspek kemampuan otak, seperti konsentrasi, memori, ketahanan kognitif, pengelolaan emosi, hingga kemampuan menemukan tujuan hidup, dapat mengalami perkembangan melalui kebiasaan dan aktivitas yang mendukung kesehatan otak.

Studi tersebut dilakukan Center for BrainHealth di University of Texas at Dallas dan dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports. Para peneliti menggunakan data dari The BrainHealth Project, program yang mulai dijalankan pada 2020 untuk mempelajari berbagai cara mempertahankan sekaligus mengoptimalkan kesehatan otak sepanjang kehidupan.

Mengutip Real Simple, hasil penelitian memperlihatkan bahwa usia tidak secara otomatis menyebabkan seseorang kehilangan ketajaman mental. Peserta dari kelompok usia yang berbeda sama-sama memperlihatkan perkembangan setelah menjalani program yang terdiri atas pelatihan berbasis strategi, pendampingan, serta penerapan kebiasaan yang mendukung fungsi otak.

Neurolog dari Kaiser Permanente Maryland, Ejaz Shamim, mengatakan temuan tersebut memberikan perspektif berbeda mengenai anggapan bahwa kemampuan kognitif pasti menurun setelah seseorang mencapai usia tertentu.

"Semua kelompok usia menunjukkan peningkatan, yang menantang gagasan bahwa kemampuan kognitif menurun pada usia tertentu," ujar Shamim.

Temuan lainnya menunjukkan peserta dengan kemampuan awal paling rendah justru memiliki ruang peningkatan yang lebih besar. Artinya, kondisi kognitif yang kurang optimal bukan berarti kemampuan tersebut tidak dapat dikembangkan.

Stacey Vernon, kepala adult assessment di Center for BrainHealth, mengatakan penelitian juga menemukan adanya kemampuan pemulihan pada peserta yang sempat mengalami penurunan performa.

Menurut Vernon, konsistensi dalam menjalankan kebiasaan sehat menjadi salah satu hal yang berhubungan dengan hasil yang lebih baik. Peserta yang meluangkan waktu sekitar lima hingga 15 menit setiap hari untuk melakukan latihan dan secara sadar membangun kebiasaan sehat menunjukkan perkembangan yang lebih positif.

Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan melalui latihan yang melibatkan kemampuan berpikir. Aktivitas fisik, pola makan, tidur, hingga cara seseorang mengatur aktivitas sehari-hari juga dapat berperan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN