Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Ahli Saraf Ungkap Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Mental

Mistar.idKamis, 8 Januari 2026 05.30
AN
ahli_saraf_ungkap_kebiasaan_sederhana_untuk_menjaga_kesehatan_otak_dan_mental

Ilustrasi. (Foto: Freepik.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Ahli neurologi merekomendasikan penerapan kebiasaan sehat sehari-hari untuk mendukung kesehatan otak, seiring meningkatnya keluhan seperti sulit konsentrasi, mudah lupa, kelelahan mental, dan emosi yang tidak stabil.

Ketua dan Direktur Grup Neurologi Rumah Sakit Yatharth, Dr. Kunal Bahrani, mengatakan kesehatan otak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan konsisten dan gaya hidup yang dijalani setiap hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana dapat berdampak besar terhadap fungsi kognitif, suasana hati, dan ketahanan mental dalam jangka panjang.

“Banyak keluhan mental sehari-hari berkaitan erat dengan bagaimana otak didukung setiap hari. Kesehatan otak bisa dibentuk melalui kebiasaan yang konsisten,” kata Bahrani, dikutip dari Hindustan Times.

Ia menyebutkan, paparan cahaya alami di pagi hari menjadi salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk menjaga kesehatan otak. Kebiasaan ini membantu menyelaraskan siklus tidur-bangun, meningkatkan kewaspadaan di siang hari, serta memperbaiki kualitas tidur malam.

Selain itu, Bahrani menyarankan untuk menghindari multitasking saat bekerja. Menurutnya, melakukan banyak tugas sekaligus dapat membebani otak, menurunkan efisiensi, dan melemahkan rentang perhatian.

“Berfokus pada satu tugas dalam satu waktu membuat jaringan saraf yang berperan dalam konsentrasi dan memori bekerja lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menganjurkan kebiasaan menulis sebagai cara mengatur informasi dan respons emosional. Aktivitas tersebut dinilai mampu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan pengendalian emosi.

Bahrani menambahkan, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan secara rutin turut mendukung kesehatan otak dengan meningkatkan aliran darah serta pelepasan zat kimia otak yang berperan dalam pembelajaran dan memori.

Tidur yang cukup dan teratur juga disebut berperan penting dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi, dan pemulihan neurologis. Pola tidur yang buruk dapat memicu penurunan konsentrasi, rendahnya motivasi, dan meningkatnya sensitivitas emosional.

Untuk mendukung keseimbangan kognitif, ia menyarankan pembatasan paparan digital sebelum tidur serta menyediakan waktu jeda harian untuk relaksasi.

“Praktik sederhana seperti pernapasan lambat, jeda sadar sebelum bereaksi, atau menghabiskan waktu dengan lingkungan sosial yang mendukung dapat menenangkan sistem saraf dan meningkatkan stabilitas emosional serta kualitas pengambilan keputusan,” katanya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN