Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Inspektorat Segera Periksa 300 Lebih ASN Asahan yang Gunakan Fake GPS

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 09.30 WIB
inspektorat_segera_periksa_300_lebih_asn_asahan_yang_gunakan_fake_gps

Sekretaris Inspektorat Asahan, Abdul Rahman. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID – Inspektorat Kabupaten Asahan dijadwalkan memeriksa lebih dari 300 aparatur sipil negara (ASN) yang menggunakan Fake GPS untuk memanipulasi absen.

Sekretaris Inspektorat Asahan Abdul Rahman mengatakan pihaknya telah mengantongi nama-nama ASN berdasarkan data yang diserahkan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Kami menerima data dari BKPSDM. Itu jumlahnya yang diduga ada kurang lebih 300-an. Data itu diterima minggu lalu. Karena sebagian besar pegawai pemeriksa kami sedang ada pelatihan di Medan, jadi pemeriksaan itu akan dilakukan mulai pekan depan,” kata Rahman saat dijumpai di kantornya, Selasa (21/7/2026).

Menggunakan Fake GPS, para ASN bisa absen tanpa harus datang ke kantor. Seharusnya, ASN absen pagi paling lambat pukul 07:30 WIB dan absen pulang sore hari antara pukul 16:30 hingga 18:30 WIB. Dengan bantuan Fake GPS, ASN bahkan bisa absen dari rumah atau dari luar kota.

“Kurang lebih cara kerjanya seperti itu. Sebab, kalau mereka tidak absen atau terlambat, itu bakal dikenakan pemotongan TPP (tambahan penghasilan pegawai),” kata Rahman.

Saat ini, sangsi ringan hingga berat bakal menanti para ASN yang melakukan kecurangan mulai dari teguran dari pimpinan, pemotongan TPP, penundaan pangkat dan jabatan, hingga pemecatan.

“Paling banyak guru dan dari ASN puskesmas,” ujarnya.

Sistem presensi elektronik di lingkungan Pemkab Asahan sebenarnya dirancang cukup ketat. Aplikasi tersebut mewajibkan verifikasi ganda berupa deteksi identifikasi wajah (face recognition) serta pencocokan titik koordinat lokasi kantor sesuai batas waktu jam masuk dan pulang kerja.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN