Pepaya California hingga Kambing Jadi Andalan Petani di Desa Baja Ronggi Sergai

Pepaya asal Baja Ronggi di Pasar Induk Lau Cih Tuntungan. (Foto: Hendra/ Mistar)
Sergai, MISTAR.ID – Desa Baja Ronggi, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pepaya varietas California.
Selain Desa Baja Ronggi, budidaya pepaya juga ada di Desa Pulau Tagor dan Desa Tanjung Harap, Kecamatan Serbajadi.
"Pepaya dari desa kami selain untuk kebutuhan warga Sergai, juga dipasok ke Pasar Induk Lau Cih Tuntungan dan pasar induk MMTC Percut Sei Tuan," ujar petani pepaya Desa Baja Ronggi, Anto, Selasa (21/8/2026).
Diungkapkannya, setiap hari Senin pepaya di desa tersebut dipanen dari ladang-ladang warga dan kemudian dipasarkan melalui salah satu agen di desa tersebut.
Warga Desa Baja Ronggi menjual hasil kebunnya hanya kepada satu pengepul. Jadi, bagi pedagang pepaya dari luar daerah sulit mendapatkan pepaya dari warga di sana.
Selain penghasil pepaya, Desa Baja Ronggi juga sebagai salah satu sentra pertanian singkong dan menjadi daerah pemasok beragam jenis kambing. Beberapa warga bahkan beternak lembu.
"Kambing dari sini kita jual ke daerah Pekanbaru, Riau. Di sana sudah ada penampungnya," kata pedagang kambing, Dedek.
Dedek memiliki banyak ukuran kambing. Salah satunya pejantan usia 2 tahun dengan bobot 70 kilogram. Kambing ini dijual seharga Rp8 juta.
"Sepasang kambing remaja jenis bor yang merupakan kambing pedaging asal Australia kami jual Rp5 juta," tuturnya.
Desa Baja Ronggi sudah ada sejak tahun 1917. Pada saat itu, Desa Baja Ronggi belum mempunyai Kepala Desa, sehingga masih bergabung dengan Kepala Desa Dolok Masihul. Kata Baja Ronggi diambil dari tanaman sejenis rumput yang diketahui bisa dimakan atau diolah jadi masakan sayur tetapi agak berbau anyir.
“Pada saat itu, tumbuhan ini tumbuh subur dan sangat banyak sekali sehingga desa ini diberi nama Desa Baja Ronggi," ucapnya.[]

























