Trump Ancam "Segera" Hantam Fasilitas Bawah Tanah Iran di Dekat Natanz

Domald Trump kembali mengancam serang fasilitas bawah tanah Iran di Dekat Natanz.(Foto: Time/Getty Images)
Washington, MISTAR.ID (5/9/2026) – Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras ke Iran. Ia mengisyaratkan militer Amerika akan segera menyerang Gunung Pickaxe, lokasi berbenteng yang diduga menjadi tempat pemindahan cadangan uranium Iran yang telah diperkaya.
Pernyataan itu disampaikan Trump di Gedung Putih pada Jumat (4/9/2026). "Kami mungkin akan segera menyerang Pickaxe," kata Trump kepada wartawan.
Gunung Pickaxe berada tak jauh dari fasilitas pengayaan uranium Natanz dan disebut Washington sebagai salah satu titik penyimpanan uranium berkadar tinggi milik Iran.
Di saat yang sama, Trump mencoba menurunkan tensi narasi. Ia menyebut bentrok dengan Iran sebagai "konflik militer" biasa, bukan perang skala penuh.
"Saya menyebutnya konflik militer karena ini perkara kecil bagi kami. Bukan hal besar. Sifatnya tidak terus-menerus. Kami melakukan serangan sporadis," ujarnya.
Pernyataan itu kontras dengan ucapannya sebelumnya yang kerap memakai kata ‘perang’. "Saat ini kami tidak sedang bertempur. Tidak ada pertempuran," tambahnya.
Menurut laporan CNN, pasukan AS telah menghantam hampir 60 titik di sekitar Selat Hormuz dalam sepekan terakhir.
Sasaran meliputi sistem pertahanan udara, radar, kemampuan penebaran ranjau laut, dan fasilitas komunikasi Iran.
Serangan paling mematikan terjadi Selasa (1/9/2026) malam di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan.
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah pesta pernikahan terkena serangan, menewaskan 5 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.
Dua hari setelahnya, Rabu (2/9/2026), Trump kembali mengeluarkan ancaman. "Kami akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran kapan pun kami mau," tegasnya.
Konflik terbuka antara AS dan Israel melawan Iran dimulai sejak 28 Februari lalu. Hingga kini, bentrokan itu telah menewaskan ribuan orang.(Antara/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Desak The Fed Turunkan Bunga, Trump Ancam Setop Perdagangan dengan Negara Penyebab Defisit






























