Desak The Fed Turunkan Bunga, Trump Ancam Setop Perdagangan dengan Negara Penyebab Defisit

Presiden AS, Donald Trump dan Ketua Bank Sentral AS, The Fed, Kevin Warsh.(Foto: Risk.id)
Washington, MISTAR.ID (5/9/2026) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terkait kebijakan ekonomi.
Ia menyatakan akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan Amerika Serikat mengalami defisit, jika bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, tidak menurunkan suku bunga.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.
"Turunkan suku bunga atau saya akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang menyebabkan kita mengalami defisit. Hal ini telah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung AS dalam putusannya yang konyol dan sangat merugikan mengenai tarif, bahwa 'presiden' memiliki hak mutlak untuk melakukannya," tulis Trump.
Dalam unggahan yang sama, Trump juga mendesak jajaran Dewan Gubernur The Fed agar bertindak "cerdas" dan sesekali bersikap sebagai seorang patriot.
Pada unggahan berikutnya, Trump menilai pertumbuhan ekonomi tidak menyebabkan inflasi. Ia menganggap anggapan tersebut justru menghambat kemajuan perekonomian AS selama 25 tahun terakhir.
"Seharusnya kita mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 hingga 20 persen, bukan hanya 2, 3, dan 4 persen. Amerika seharusnya bisa jauh lebih kuat secara finansial daripada saat ini. Utang kita akan lunas dan semua hal lainnya akan terwujud," ujar Trump.
Ia menambahkan, setiap kenaikan satu poin suku bunga justru membebani negara sebesar 650 miliar dolar AS per tahun.
Pada akhir Mei lalu, Trump menyatakan bahwa Kevin Warsh akan memimpin upaya modernisasi besar-besaran di bank sentral AS. Ia menegaskan Warsh akan tetap independen dalam mengambil keputusan.
Sebelumnya, Trump kerap mengkritik mantan Ketua The Fed, Jerome Powell, karena dinilai terlalu lambat dalam menurunkan suku bunga acuan.
Kevin Warsh sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed sejak Februari 2006 hingga Maret 2011. Saat ditunjuk, ia menjadi anggota dewan termuda dengan usia 35 tahun.
Warsh juga pernah menjabat sebagai penasihat kebijakan ekonomi presiden dan anggota Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.
Trump mencalonkan Warsh sebagai Ketua The Fed pada akhir Januari. Penunjukan tersebut kemudian disetujui Senat AS pada 13 Mei untuk masa jabatan empat tahun ke depan.(Antara/Sputnik/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Banjir Terjang Fujian, Lebih 83 Ribu Warga Dievakuasi




























